Pengurus dan warga jemaat Pos PI GKPS Bayunglencir bersama Penginjil GKPS Resort Jambi, L Br Purba dan anggota Majelis Jemaat GKPS Jambi seusai ibadah di gereja Pos PI GKPS Bayunglencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, Minggu (8/2/2026). (Foto : SDB/Radesman Saragih).

(SDB, Bayunglencir) – Pos Pekabaran Injil (Pos PI) yang dikembangkan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Jambi, Resort Jambi di Bayunglencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membutuhkan perhatian dan pembinaan khusus. Perhatian dan pembinaan khusus itu penting menyikapi statisnya pertambahan jumlah warga jemaat Pos PI Bayunglencir. Sementara warga Kristen Protestan Simalungun asal GKPS yang bermukim atau tinggal di wilayah Bayunglencir cukup banyak.

Ketua Pos PI GKPS Bayunglencir, St S Purba dalam bincang-bincang dengan SimalungunDearBarita.Com (SDB) seusai ibadah minggu di Pos PI GKPS Bayunglencir, Bayunglencir, Muba, Sumsel, Minggu (8/2/2026), mengatakan, jumlah warga jemaat Pos PI GKPS Bayinglencir saat ini masih tetap delapan kepala keluarga (KK).

Pertambahan jumlah warga jemaat Pos PI GKPS Bayunglencir agak statis (tetap) menyusul masih sulitnya mengarahkan (mengajak) warga Kristen Protestan Simalungun asal GKPS di wilayah Bayunglencir masuk ke Pos PI GKPS Bayunglencir.

“Sebagain warga asal GKPS di Bayunglencir masih enggan masuk ke Pos PI GKPS Bayunglencir karena sudah sempat bergabung dengan gereja lain. Untuk mengajak mereka bergabung dengan Pos PI GKPS Bayunglencir ini membutuhkan pendekatan khusus. Baik pendekatan kekeluarga, sosial dan budaya,”katanya.

Menurut St S Purba, kegiatan-kegiatan berskala besar GKPS Jemaat dan Resort Jambi perlu dilaksanakan di Pos PI GKPS Bayunglencir agar warga asal GKPS yang masih bergabung dengan gereja lain di wilayah Bayunglencir memiliki keterpanggilan hati bergabung dengan Pos PI GKPSBayunglencir.

“Kalau bisa, Pesta Olob-olob (Suka Cita) Pekabaran Injil GKPS Resort Jambi bisa dilaksanakan juga di Pos PI GKPS Bayunglencir. Kita pakai tenda tidak masalah karena gereja kita ini masih kecil. Tetapi lapangannya cukup luas. Parkir bisa minta kerja sama dengan gereja Katolik di depan gereja kita ini,”katanya.

ST S Purba mengakui, selama ini pengurus dan warga jemaat Pos PI GKPS Bayunglencir masih cenderung mendapatkan pelayanan rutin yang bersifat ibadah dari GKPS Jambi dan GKPS Resort Jambi. Baik ibadah minggu maupun ibadah Natal skala kecil.

Pengurus Pos PI GKPS Bayunglencir sendiri jarang mendapatkan pelayanan yang bersifat adminsitarif, pelatihan pelaksanaan tata ibadah seperti cara marambilan (berkhotbah), maragenda (votum), doding (nyanyian) dan adminsitarif.

Biasanya pengurus Pos PI GKPS Bayunglencir megikuti pembinaan bergabung dengan GKPS Jambi atau GKPS Resort Jambi di Kota Jambi. Pengurus Pos PI GKPS Bayunglencir pernah juga mengikuti pembinaan pada Rapat Koordinasi GKPS Distrik VI Riau di GKPS Kota Pekanbaru, Riau, medio Oktober 2024. Sedangkan pembinaan khusus pengurus Pos PI GKPS Bayunglencir di Bayunglencir jarang dilakukan.

“Kami jarang mendapatkan pembinaan khusus dari unsur pimpinan GKPS Jambi dan GKPS Resort Jambi di Pos PI GKPS Bayungelncir ini. Kami hanya mendapatkan pelayanan ibadah pada ibadah minggu dua kali sebulan. Padahal perlu juga pelayanan khusus untuk pengurus dan warga jemaat Pos PI GKPS Bayunglencir di Bayungelncir ini,”katanya.


Tetap Semangat

Sementara itu, pantauan SimalungunDearBarita.Com pada ibadah mionggu di Pos PI GKPS Bayunglencir, Minggu (8/2/2026), pengurus dan warga jemaat tampak tetap bersemangat mengikuti ibadah. Apalagi yang melayani ibadah datang dari GKPS Jambi, yakni Penginjil L Br Purba dan anggota Majelis Jemaat GKPS Jambi.

Ibadah minggu di Pos PI GKPS Bayunglencir juga berlangsung penuh suka cita berkat kehadiran beberapa keluarga warga GKPS yang bekerja di proyek Jalan Tol Trans Sumatera wilayah Bayunglencir, Sumsel. Namun kebaktian anak-anak sekolah minggu tidak bisa dilaksanakan karena jumlahnya sedikit. Tujuh orang anak sekolah minggu Pos PI GKPS Bayunglencir bergabung dengan ibadah jemaat pada Minggu (8/2/2026) tersebut.

Sambutan pengurus dan warga jemaat Pos PI GKPS Bayunglencir dengan para pelayan dari GKPS Jambi juga cukup antusias. Seusai ibadah, pengurus dan warga jemaat Pos PI GKPS Bayunglencir berbincang-bencang, berbagi pengalaman dengan Penginjil L Br Purba dan anggota Majelis Jemaat GKPS Jambi.

Sementara itu, Penginjil GKPS Resort Jambi, L Br Purba dalam khotbahnya mengajak pengurus dan warga jemaat tetap setia membangun persekutuan dalam naungan Pos PI GKPS Bayunglencir. Pengembangan pelayanan di Pos PI GKPS Bayunglencir harus tetap dilakukan dengan penuh kesabaran, rasa kebersamaa dan ketekunan.

“Seperti Abram yang tetap setia memenuhi panggilan Allah untuk membawa misi khabar baik demi kemuliaan Allah, begitu juga lah kiranya pengurus dan warga jemaat Pos PI GKPS Bayunglencir menunaikan tugas panggilan membesarkan persekutuan GKPS di Bayunglencir. Berbagai pergumulan pelayanan hendaknya dihadapi dengan penuh perjuangan dan pengharapan kepada Allah,”katanya.

Pos PI GKPS Bayunglencir resmi berdiri berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pengurus GKPS Resort Jambi Nomor: 06-VI/2017 Tanggal 24 Desember 2017. Peresmian Pos PI GKPS Bayunglencir  ditandai dengan pelantikan Pengurus Pos PI GKPS Bayunglencir dalam ibadah khusus di GKPS Jambi, Minggu (24/12/2017). Sedangkan ibadah minggu perdana di Pos PI GKPS Bayunglencir dilaksanakan di rumah warga jemaat, Desa Tungkal Jaya, Bayunglencir, Minggu (25/2/2018).

Sementara itu, pengamatan SimalungunDearBarita.Com, prospek pengembangan Pos PI GKPS Bayunglencir cukup cerah jika pembinaan dan perhatian terhadap pengurus dan warga jemaat Pos PI GKPS Bayunglencir tersebut ditingkatkan.

Potensi pengembangan Pos PI GKPS Bayunglencir, yakni jarak yang semakin dekat. Jarak Kota Jambi – Bayunglencir sekitar 65 kilometer (km) yang selama ini ditempuh dengan waktu 1,5 jam, kini sudah bisa ditempuh dengan waktu setengah jam melalui Jalan Tol Trans Sumatera ruas Sebapo, Muarojambi – Bayunglencir, Muba.

Kemudian jumlah warga Kristen Protestan Simalungun di Bayunglencir dan sekitarnya semakin bertambah. Mereka ada yang bekerja di lembaga perbankan, berdagang, berkebun sawit dan usaha lainnya. Selain itu, warga Kristen Protestan Simalungun asal GKPS di Bayunglencir masih banyak yang bergabung dengan gereja lain. (SDB/Rades).