Tim Diakonia GKPS dan warga GKPS Sibolga doa bersama ketika bantuan kemanusiaan kiriman Pimpinan Sinode GKPS tiba di GKPS Kota Sibolga, Sumut, Rabu (3/12/2025). (Foto: HumasGKPS).

(Sidea, Pematangsiantar) – Ratusan warga Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Kota Sibolga merasa lega menyusul adanya bantuan kemanusiaan yang disampaikan Pimpinan Sinode (Pusat) GKPS dari Kota Pematangsiantar. Bantuan yang berasal dari Pimpinan Sonode GKPS, pegawai kantor Pusat GKPS dan para donatur tersebut mencapai Rp 154 juta.

Pendeta GKPS Resort Sibolga, Pdt Samson Manik di Sibolga, Jumat (5/12/2025) menjelaskan, bantuan dai Pimpinan Sinode GKPS tersebut sudah dibagikan kepada seluruh warga GKPS Sibolga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor Senin (24/11/2025).

Disebutkan, bantuan Pimpinan Sinode GKPS untuk warga GKPS Sibolga diberangkatkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) GKPS), Pdt Dr Janhotner Saragih dan Kepala Departemen Pelayanan GKPS, Pdt Dr Jenny R Purba, Selasa (2/12/2025) sore.

Bantuan tersebut dibawa Tim Diakonia GKPS ke Sibolga menggunakan empat unit mobil pick up (bak terbuka). Tim Diakonioa GKPS terdiri dari Kepala Biro Keuangan Sinode GKPS, Pdt Krosbin Saragih, Pdt Jemmi Saragih, Pdt Agus Roni Damanik, Sari Anto Purba dan dua orang personil kepolisian Polres Pematangsiantar.

“Bantuan tersebut tiba di GKPS Sibolga, Rabu (3/12/2025) sore. Setelah serah terima dari Tim Diakonioa GKPS, bantuan langsung kami salurkan kepada warga GKPS Sibolga,”katanya.

Sementara itu, Koordinator Tim Diakonia GKPS yang mengantarkan bantuan kemanusiaaan GKPS ke warga GKPS Sibolga, Pdt Krosbin Saragih mengatakan, bantuan yang disampaikan kepada warga GKPS Sibolga bernilai Rp 154 juta.

Bantuan tersebut terdiri dari beras 70 karung (10 kg/karung), minyak makan 70 paket (2 kg/paket), lilin (140 paket), gas ukuran 3 kg (10 tabung), telor (70 papan/tepek), mie instan (140 kotak), cabai merah (40 kg), bawang merah (30 kg) dan sayur mayor. Kemudian ada juga kecap 70 botol, sabun dan pasta gigi, vitamin anak, air mineral 60 dus, roti kering, gula dan bubuk the 70 paket. Selain itu ada pembalut, bensin 30 liter, serta air minum lihou water. Selain itu ada bantuan pakaian layak pakai hasil diakonia dari GKPS Distrik I, Kota Pematangsiantar dan sekitarnya.

“Bantuan tersebut dihimpun dari dari 133 donatur, baik perorangan dan juga kelompok. GKPS juga sudah mengimbau seluruh jemaat GKPS di berbagai tempat di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Bali menggalang dana untuk membantu korban banjir dan tanah longsor,”katanya.

Menurut Pdt Krosbin Saragih, perjalanan mengantarkan bantuan kemanusiaan dari Kota Pematangsiantar ke Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah cukup sulit. Hal tersebut disebabkan masih banyaknya jalan rusak akibat ambles dan tertimbun longsor di wilayah Onan Runggu, Tapanuli Utara (Taput).

“Untuk melewati jalan yang sedang dalam perbaikan, kendaraan harus melintas satu per satu dan silih berganti dari kedua arah, sehingga perjalanan lambat. Namun bantuan akhirnya bisa diantarkan ke Sibolga setelah menempuh perjalanan sekitar 16 jam,”katanya. (Sidea/Rades/HumasGKPS).