Penyaluran bantuan kemanusaiaan untuk korban banjir dari Kota Pematangsiantar di Kota Sibolga, Sumut, Rabu (3/12/2025). (Foto : Sidea/DiskominfoSiantar).

(Sidea, Pematangsiantar) – Korban banjir yang selama delapan hari menanti bantuan di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) mulai bisa merasa lega menyusul terus mengalirnya bantuan kemanusaiaan ke daerah mereka. Selain bantuan Pemerintah Pusat, korban banjir di Kota Sibolga dan Tapteng juga mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar.

Bantuan kemanusiaan yang dikirimkan Pemkot Pematangsiantar kepada korban banjir dan tanah longsor di Kota Sibolga dan Tapteng, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Senin (1/12/2025) sudah tiba di Kota Sibolga dan Tapteng, Rabu (3/12/2025) pagi. Bantuan tersebut langsung disalurkan kepada warga terdampak banjir di kedua daerah itu melalui pemerintah setempat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar, Dedi Idris Harahap, STP, MSi di Kota Pematangsiantar, Rabu (3/12/2025) menjelaskan, pihaknya menerima informasi dari Tim Bantuan Sosial Pemkot Pematangsiantar, bantuan kemanusiaan dari Pemkot Pematangsiantar sudah sampai di Kota Sibolga dan Tapteng, Rabu pagi.

Bantuan tersebut terdiri dari beras 1.200 sak (karung), mi instan sebanyak 1.200 kardus, air mineral 1.200 kardus, makanan kaleng 1.200 buah dan puluhan karung pakaian layak pakai. Bantuan tersebut bersumber dari pemberian (sumbangan) jajaran Pemkot Pematangsiantar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pematangsiantar dan warga masyarakat.

Disebutkan, perjalanan dari Kota Pematangsiantar menuju Kota Sibolga dan tapteng cukup sulit dan lama, yakni lebih 24 jam akibat aks jalan putus. Jalur Kota Pematangsiantar – Sibolga dan Tapteng melalui Tapanuli Utara (Taput) belum bisa dilalui sejak Senin (1/12/2025).

“Karena itu bantuan dibawa melalui jalur (rute) Kota Pematangsiantar – Aceh – Sibolga dan Tapteng,”katanya.

Menurut Dedi Idris Harahap, Tim Bantuan Kemanusiaaan Kota Pematangsiantar yang membawa bantuan melalui jalur darat ke Sibolga dan Tapteng melalui Aceh juga mengalami kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di perjalanan. Sebagian besar BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) jalur Aceh – Sibolga mengalami kelangkaan persediaan BBM.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, wilayah Kota Sibolga dan Tapteng merupakan ilayah paling parah terdampak banjir dan tanah longsor sejak Senin (24/11/2025). Hingga Rabu (3/12/2025), jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sibolga mencapai 56 orang, sembilan orang luka-luka dan delapan orang lagi hilang. Sementara jumlah pengungsi di Sibolga masih ada sekitar 2.272 orang. Lokasi terdampak banjir dan longsor sebanyak 18 lokasi.

Kemudian jumlah korban banjir dan longsor yang meninggal di Tapteng mencapai 86 orang dan sebanyak 112 orang masih dinyatakan hilang. Sedangkan jumlah pengungsi di Tapteng mencapai sekitar 1.000-an orang. (Sidea/Rades).