Pos bantuan peduli bencana banjir dan tanah longsor GKPS. (Grafis : GKPS).

(Sidea, Pematangsiantar) – Pimpinan Sinode (Pusat) Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) mengimbau seluruh warga jemaat GKPS di Tanah Air membantu korban banjir di berbagai kabupaten di Sumatera Utara (Sumut), khususnya di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Sibolga dan Padang Sidempuan.

Bantuan bisa disampaikan melalui Posko Peduli GKPS yang sudah disiapkan GKPS di tiga lokasi, yakni di Kota Pematangsiantar, Tarutung, Tapanuli Utara dan Merek Situnggaling, Kabupaten Karo. Bantuan dana bisa disalurkan melalui rekening yang telah disiapkan GKPS.

Ephorus GKPS, Pdt John Christian Saragih, MSc dalam keterangannya di Kota Pematangsiantar, Sumut, Jumat (28/11/2025) mengatakan, melalui Departemen Pelayanan, GKPS telah membuka Posko Peduli Bencana untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di delapan kabupaten/kota di Sumut. Bantuan dapat berupa bahan logistik (pangan dan pakaian), obat-obatan dan dana.

Posko Peduli Bencana yang dibentuk GKPS berada di tiga lokasi. Lokasi pertama di Toko Diakonia GKPS Jalan Sisingamangaraja (sebelah CUM Talenta Pematangsiantar) dengan kontak petugas, (HP-Pdt Sarmen Girsang 0813-7054-8372).

Kemudian lokasi kedua di Posko Peduli Bencana GKPS 2, GKPS Tarutung, Jalan Dr TD Pardede Nomor 16 Tarutung, Kabupaten Taput dengan kontak petugas Pdt Jhon Muliaman Sipayung (HP-0882-0150-87459).

Lokasi ketiga di Posko Peduli Bencana GKPS 3, GKPS Merek Situnggaling, Jalan Besar Kabanjahe-Sipituhuta, Kecamatan Merek-Karo, kontak petugas Praeses Distrik XI, Pdt Sanpendawati Purba (HP-0813-6206-1025).

“Sedangkan bantuan dana bisa disalurkan melalui rekening GKPS di Bank Mandiri Nomor Rekening 107-00-9501674-9 atas nama GKPS atau rekening BRI Nomor 0113-01-000213-30-1 atas nama GKPS. Kepada para pengirim bantuan diharapkan mencantumkan keterangan Tanggap bencan Sibolga,”katanya.

Prihatin

Pdt John Christian Saragih mengatakan, Pimpinan Sinode dan seluruh warga GKPS turut prihatin terhadap bencana hidrometereologi (banjir, tanah longsor dan angina putting beliung) yang melanda sejumlah daerah di Sumut sepekan ini.

Banjir dan tanah longsor yang sangat parah di Sumut terjadi di tiga kabupaten dan dua kota, yakni Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Utara (Taput), Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Kota Sibolga, Kota Padangsidempuan dan Nias Selatan.

Dikatakan, seluruh unsur pimpinan, rohaniawan dan warga GKPS menyaampaikan turut berbela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di delapan daerah tersebut.

Menurut Pdt John Christian Saragih, Pimpinan Sinode GKPS juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat seluruh pihak terkait yang membantu penanganan korban dan dampak bencana banjir dan tanah longsor tersbeut, termasuk melakukan evakuasi korban, memberikan bantuan kesehatan, pangan dan memperbaiki kerusakan infrastruktur.

“Kami juga mengimbau seluruh warga GKPS di Tanah Air turut berdoa dan membantu warga masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di delapan kabupaten/kota di Sumut, khususnya di Tapsel, Tapteng, Taput dan Sibolga,”katanya.

Banyak Korban

Secara terpisah,  Kapolda Sumut, Irjen Pol Wishnu Hermawan Februanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, KOmisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ferry Walintukan di Kota Medang, Sumut, Jumat (28/11/2025) menjelaskan, bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah di Sumut sepekan terakhir memakan menyebabkan 46 orang meninggal dunia.

 Korban banjir dan tanah longsor yang meninggal di Tapsel sebanyak 17 orang, Taput (sembilan orang), Sibolga (delapan orang), Tapteng (empat orang), Humbang Hasundutan (empat orang), Pakpak Bharat (dua orang), Nias Selatan (satu orang) dan Padangsidempuan 1 orang. Selain itu banjir dan tanah longsor di Sumut juga menyebabkan 81 orang mengalami luka-luka dan sekitar 1.168 orang mengungsi. (Sidea/Rades).