(SDB, Simalungun) – Warga Nagori (Desa) Siporkas, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terpaksa terjun bergotong-royong membantu perbaikan kerusakan jalan longsor di Dusun VI Buntu, Desa Siporkas. Warga bergotong-royong mempercepat perbaikan jalan longsor tersebut agar akses dari desa mereka yang sempat putus beberapa hari terakhir bisa tersambung kembali.
Sementara itu, perbaikan jalan longsor (ambles) di Dusun VI Buntu, Nagori (Desa) Siporkas, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun saat ini hanya dilakukan secara darurat. Jalan longsor ditimbun dengan tanah dan kedua sissi jalan longsor disokong (ditopang) menggunakan karung berisi tanah. Penimbunan jalan longsor tersebut menggunakan satu unit alat berat, dua dump truck (truk pengangkut) dan dibantu warga masyarakat menggunakan cangkul.
Camat Raya, Septiaman Purba di lokasi jalan rusak, Desa Siporkas, Rabu (22/10/2025) menjelaskan, perbaikan kerusakan jalan terebut sudah dua hari dilakukan. Sebagian besar longsor sudah ditimbun menggunakan tanah dan dipasang benteng menggunakan karung berisi tanah. Perbaikan kerusakan jalan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Simalungun.
“Perbaikan kerusakan jalan ini dilakukan secara cepat sesuai instruksi Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih. Bupati Simalungun erespon cepat perbaikan kerusakan jalan ini setelah mendapat laporan warga masyarakat dan viralnya jalan longsor tersebut di media sosial,”katanya.
Menurut Septiaman Purba, selama beberapa bulan terakhir, akses jalan Raya – Rayausang terganggu akibat kerusakan jalan pada ruas Desa Siporkas. Beberapa hari lalu, longsor menimpa seluruh badan jalan, sehingga akses jalan Raya – Rayausang terputus total.
Akibat kerusakan jalan tersebut, anak-anak desa sekitar yang mau pergi
ke sekolah terpaksa berjalan kaki. Kemudian warga yang hendak pergi ke pasar
Pamatangraya juga terpaksa berjalan kaki. Beberapa warga yang memaksakan diri
melewati jalan longsor menggunakan sepeda motor jatuh ke jurang.
“Kami mengharapkan perbaikan jalan ini bisa segera rampung beberapa hari ke depan. Perbaikan kerusakan atau penimbunan jalan longsor ini lebih cepat karena dibantu warga masyarakat secara gotong-royong,”katanya.
Septiaman Purba mengatakan, ruas jalan yang diperbaiki secara darurat hanya menggunakan timbunan tanah tersebut sudah segera bisa dilalui kendaraan roda empat dengan tonase tiga ton. Namun kendaraan harus berjalan lambat agar jalan yang baru ditimbun tidak longsor kembali.
“Targetnya, dalam lima hari ke depan, jalan darurat tersebut dapat dilintasi kendaraan roda empat dengan tonase hingga tiga ton. Dengan demikian warga bisa berbelanja ke pasar dan anak-anak bisa naik kendaraan ke sekolah,”katanya.
Menurut Septiaman Purba, perbaikan jalan longsor tersebut perlu dilakukan secara permanen dengan membangun jembatan yang kokoh. Perbaikan jalan tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) karena ruas jalan tersebut berstatus jalan provinsi.
“Pihak Pemprov Sumut sudah mendapat informasi mengenai longsor ruas jalan Raya – Raya Kahean tersebut. Kami mendapat informasi, Pemprov Sumut akan membangun jalan dan jembatan di ruas jalan longsor secara permanen awal tahun 2026,”katanya.
Sementara itu, Arman, warga Desa Siporkas mengaku sangat terbantu adanya pengerahan alat berat dan dump truk mempercepat perbaikan jalan longor tersebut. Kendati perbaikan jalan masih dilakukan secara darurat, namun jalan tersebut kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua.
"Kami mengharapkan Pemkab Simalungun dan Pemprov Sumut segera memperbaiki kerusakan jalan ini dengan baik menggunakan aspal atau cor beton agar tidak longsor lagi. Ruas jalan ini masih rawan longsor karena saat ini musim hujan,”katanya. (SDB/warga Desa Siporkas.(SDB/Rades/PRS).

Tidak ada komentar
Posting Komentar