(Matra, Pematangsiantar) – Pasar Horas yang lebih dikenal warga lokal dengan sebutan Pajak Horas sudah lama menjadi salah satu ikon (lambang popularitas), Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Salah satu ciri khas komoditas perdagangan yang selalu dicari konsumen, termasuk perantau asal Sumatera Utara ketika berkunjung ke Pasar Horas, yakni ikan teri, ikan sampah, ikan rebus, kuliner khas Pematangsiantar, roti ketawa, mi lidi, kopi kas Siantar dan sebagainya.
Selain itu Pasar Horas yang berada antara Jalan Merdeka denganJalan Sutomo, Kota Pematangsiantar, selama ini juga terkenal menjadi salah satu pusat perbelanjaan kain tenun khas Simalungun (hiou) dan kain tenun Toba (ulos). Berbagai cenderamata hasil kerajinan khas Simalungun, Toba dan daerah lain di Sumut juga banyak dijual di Pasar Horas. Karena itu Pasar Horas Pematangsiantar selama ini sangat terkenal sebagai pusat perbelanjaan paling ramai di kota “Siantar Man” tersebut.
Belakangan ini, di tengah gempuran pasar modern, pamor Pasar Horas pun kian memudar. Para perantau tak lagi sepenuhnya menjadi Pasar Horas menjadi tujuan utama berbelanja oleh-oleh khas Siantar. Semakin pudarnya pamor Pasar Horas Kota Pematangsiantar dipengaruhi usia bangunan pasar yang sudah cukup tua.
Pasar Horas (Pasar Selamat dan Sejahtera) tersebut dibangun di era pemerintahan Kolonial Belanda. Karena itu bangunan pasar tersebut sudha cukup tua. Perluasan jalan di sekitar pasar juga tidak ada. Sementara pasar semakin ramai. Kondisi membuat situasi pasar menjadi semrawut dengan kondisi lalu lintas di depan pasar menjadi langganan macet.
Nasib tragis Pasar Horas Pematangsintar terjadi akibat peristiwa kebakaran yang melanda pasar tersebut Minggu (22/9/2024). Kebakaran tersebut menyebabkan 400 unit kios pedagang di Lantai II (Gedung IV) Pasar Horas hangus. Akibatnya para pedagang Gedung IV Pasar Horas kehilangan tempat berjualan. Demi menyambung hidup, para pedagang terpaksa berjualan di trotoar jalan, lorong dan beberapa tempat tangga gedung.
Tidak Layak
Hingga pertengahan tahun ini, para pedagang eks Gedung IV Pasar Horas Pematangsiantar belum memilikikepastian tepat berjualan yang yang layak. Sementara pilihan pedagang menggelar dagangan mereka di tempat-tempat tidak resmi di sekitar gedung yang terbakar sangat tidak layak, mengganggu kelancaran lalu lintas dan mengancam keamanan pedagang sendiri.
Melihat situasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar, saat ini berupaya membangun kembali Gedung IV Pasar Horas. Rencana pembangunan tersebut memaksa para pedagang yang selama ini berjualan di bawah lokasi gedung bekas kebakaran, tangga gedung dan trotoar pun terpaksa mengungsi atau direlokasi.
Para pedagang harus pindah menyusul dimulainya perobohan bekas kebakaran Gedung IV Pasar Horas. Perobohan Gedung IV Pasar Horas tersebut diawali dengan pembongkaran jembatan penyeberangan yang menghubungkan Gedung III dan Gedung IV Pasar Horas, di Jalan Merdeka Pematangsiantar. Pembongkaran jembatan penyeberangan dilakukan pihak swasta selaku pemilik jembatan, PT STTC.
Kepala Bidang Tata Ruang dan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Pematangsiantar, Henry Jhon Musa Silalahi, ST, MEng di lokasi Pasar Horas Pematangsiantar, Minggu (6/10/2025) menjelaskan, proses pembongkaran jembatan penyeberangan dilakukan secara bertahap.
Menurut Henry Jhon Musa Silalahi, setelah jembatan penyebarangan dibongkar, dua alat berat dikerahkan memecah (menghancurkan) beton gedung Pasar IV Pasar Horas, Selasa (7/10/2025). Sebelumnya, Sabtu (4/10/2025), proses pemotongan seluruh jerajak besi dan pemasangan seng di bagian belakang Gedung IV Pasar Horas telah selesai dilakukan. Sedangkan Senin (6/10/2025) dilakukan pemasangan seng pembatas di bagian depan Gedung IV, di Jalan Merdeka.
Relokasi Sukarela
Seiring dengan penghancuran Gedung IV Pasar Horas Pematangsiantar untuk dibangun kembali menjadi gedung pasar yang baru, para pedagang pun sudah pindah (direlokasi). Para pedagang direlokasi ke Jalan Jalan Merdeka Bawah, Kota Pematangsiantar sejak Selasa (30/9/2025) malam. Relokasi dilakukan para pedagang secara sukarela dibantu parapegawai dinas terkait.
Menurut Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Horas Jaya (PHJ) Kota Pematangsiantar, Bolmen Silalahi SP, seluruh pedagang yang selama ini berjualan di area bekas Gedung IV Pasar Horas yang kini dirubuhkan sudah pindah. Lokasi mereka membangun kios-kios darurat di Jalan Medeka Bawah, Kota Pematangsiantar tidak begitu jauh dari Pasar Horas.
Guna mendukung kelancaran usaha para pedagang di kios-kios yang baru, PT PLN (Persero) Kota Pematangsiantar sudah memasang instalasi listrik. Kemudian pihak Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Uli Kota Pematangsiantar pun sudah memasang jaringan pipa air bersih.
Para pedagang menyambut baik pembangunan kembali Gedung IV Pasar Horas yang terbakar tahun lalu. Pembangunan gedung pasar itu penting agar ratusan pedagang eks Gedung IV Pasar Horas yang terlunta-lunta selama ini bisa kembali berjualan dengan suasana nyaman dan aman. Para pedagang juga bersedia pindah sementara berjualan di lokasi yang disediakan, Jalan Merdeka Bawah demi kelancaran pembangunan gedung pasar tersebut.
“Kami juga menyambut baik upaya Pemkot Pematangsiantar menyediakan berbagaisarana di lokasi berjualan yang baru ini, kendati masih darurat. Pemkot Pematangsiantar juga sudah memasang listrik, pipa air berih dan toilet portable di kawasan pasar darurat ini,”kata Ramos, seorang pedagang.
Pemantauan
Kegiatan di pasar darurat eks pedagang Pasar Horas, Jalan Merdeka Bawah tersebut akan dipantau guna menjamin ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Pematangsiantar sudah memasang enam unit kamera pemantau (Closed Cirkuit Television/CCTV) di tempat relokasi pedagang Eks Gedung IV Pasar Horas.
Menurut Kepala Dinas Kominfo Kota Pematangsiantar, Johannes Sihombing, SSTP, MSi, pemasangan CCTV dilokasi pasar darurat tersebut diharapkan bisa memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada seluruh pedagang selama menempati lokasi berjualan yang baru.
Disebutkan, sesuai arahan Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, SH, MKn, Pemkot Pematangsiantar harus benar-benar memerhatikan kesiapan relokasi pedagang eks Gedung IV Pasar Horas agar mereka nyaman beraktivitas.
“Masyarakat sekitar, pedagang dan pengunjung yang berada di sekitaran relokasi harus nyaman. Untuk itu kita dari Diskominfo memasang enam unit CCTV,”ujarnya.
Selesai Desember
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang, SSTP, MSi pada rapat teknis pembongkaran eks Gedung IV Pasar Horas di kantor Wali Kota Pematangsiantar akhir pekan lalu mengatakan, perobohan Gedung IV Pasar Horas diperkirakan berlangsung selama dua bulan, Oktober – November 2025.
Dengan demikian para pedagang sudah bisa kembali berjualan di lapak (kios) eks Gedung IV Pasar Horas awal Desember 2025. Para pedagang bisa berjualan kembali di eks lokasi Gedung IV Pasar Horas sebelum gedung pasar tersbeut dibangun kembali.
“Pihak CV Sihujur Jaya yang mengerjakan pembongkaran Gedung IV Pasar Horas menargetkan pembongkaran gedung pasar bekas kebakaran tersebut selesai paling lambat 60 hari,”katanya.
Pihak kontraktor mengharapkan Pemkot Pematangsiantar memberikan jaminan keamanan agar mereka dapat bekerja dengan baik dan nyaman tanpa gangguan, sehingga target bisa tercapai. Pihak kontraktor mengharapkan tidak terjadi pencurian alat-alat dan barang-barang di lokasi proyek.
“Kontraktor minta ada penjagaan. Mereka juga minta disediakan empat unit lampu sorot yang bisa dipasang di Gedung III dan mengarah ke Gedung IV,"katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang dan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Pematangsiantar, Henry Jhon Musa Silalahi mengingatkan pihak CV Sihujur Jaya tetap memerhatikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan keamanan aktivitas warga di sekitar proyek.
"Pecahan material jangan sampai ke Jalan Merdeka yang bisa mengganggu lalu lintas. Termasuk getaran di malam hari yang dikhawatirkan mengganggu penduduk sekitar,"ujarnya.
Warga masyarakat Kota Pematangsiantar, konsumen dari berbagai daerah sekitar Kota Pematangsiantar dan para perantau juga mengharapkan perbaikan Pasar Horas Pematangsiantar dilakukan secepatnya. Hal itu penting guna menyediakan kembali tempat berbelanja oleh-oleh yang asri, bersih dan lengkap di Kota Pematangsiantar.
Pembangunan Pasar Horas Pematangsiantar juga perlu dilengkapi dengan drainase (saluran air) yang baik, tempat sampah, jalur pejalan kaki, pos keamanan dan fasilitas lainnya. (Matra/Radesman Saragih). (Dikutip dari : medialintassumatera.net)


Tidak ada komentar
Posting Komentar