(SimalungunDearBarita.Com, Jambi) – Seksi (Komisi) Inang (Wanita) hingga kini masih tetap memantapkan posisi sebagai kepengurusan kategorial (seksi) yang lebih konsisten menunaiakan Tri Tugas Panggilan Gereja, yakni Koinonia (Bersekutu), Marturia (Bersaksi) dan Diakonia (Bersaksi) di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).
Konsistensi itu bisa dilihat dari terus bergulirnya kegiatan kaum inang di GKPS, mulai dari tingkat jemaat, resort hingga pusat (sinode). Kemudian kepengurusan Seksi Inang Sinode GKPS Juga terus mengintensifkan kegiatan pelayanan di tingkat pusat, resort hingga jemaat.
Mereka berupaya agar program-program Seksi Inang Sinode GKPS yang sudah ditetapkan pada Rapat Pengurus Lengkap (RPL) Inang se-GKPS di awal tahun bisa terlaksana hingga ke tingkat jemaat dan resort.
Salah satu upaya yang dilakukan Pengurus Seksi Inang Sinode GKPS menjemaatkan program-program pelayanan tersebut, yakni mengunjungi jemaat dan resort di luar wilayah pelayanan kantor pusat GKPS di Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Salah satu di antaranya kunjungan ke GKPS Resort Jambi.
Pengurus Inang Sinode GKPS mengunjungi Inang se-Resort Jambi di GKPS Jambi, Kota Jambi, Jumat – Minggu (3 – 5/10/2025). Kunjungan itu diikuti seluruh Pengurus Inang Sinode GKPS periode 2025 – 2030. Masing-masing, Ketua, Inang (Ing) St I Br Sinaga, Wakil Ketua, Ing St R Br Pangaribuan, Sekretaris, Ing St R Br Sinaga, Wakil Sekretaris, Ing F Br Purba dan Bendahara, Ing Sy M Br Sihombing.
Upaya Pengurus Seksi Inang Sinode GKPS mengunjungi Inang GKPS Resort Jambi merupakan pelayanan yang cukup berat namun penuh semangat. Kendati Pengurus Inang Sinode GKPS sudah ada yang berstatus ompung (nenek), mereka tampak tak kenal lelah datang ke Jambi. Mereka berkunjung ke GKPS Jambi melalui jalur darat menggunakan bus Medan – Jambi dengan waktu tempuh hampir 30 jam.
Kegiatan utama yang diikuti Pengurus Seksi Inang Sinode GKPS di Jambi, yakni Pemahaman Alkitab (PA)/Ibadah Partonggoan (Doa) Inang GKPS Resort Jambi di GKPS Jambi, Kotabaru, Sabtu (4/10/2025) sore. Ibadah dilanjutkan dengan pemaparan Program dan Keuangan Seksi Inang se-GKPS dan diskusi mengenai peningkatan pelayanan Seksi Inang GKPS di seluruh jemaat, resort, distrik dan pusat.
Pengurus Inang Sinode GKPS memaparkan secara singkat dan padat Program dan Keuangan Seksi Inang GKPS selama 2025 hingga 2030. Kemudian Pengurus Inang Sinode GKPS dan Inang GKPS Resort Jambi juga membahas rencana RPL Inang se-GKPS tahun 2027. Pelaksanaan RPL tersebut sudah dipastikan di GKPS Distrik VI Riau.
Realisasi Program
Ketua Inang Sinode GKPS, St I Br Sinaga pada kesempatan tersebut mengapresiasi intensitas kegiatan persekutuan, kesaksian dan pelayanan Inang se-GKPS Resort Jambi. Termasuk kegiatan PA/Partonggoan Inang GKPS Resort Jambi di GKPS Jambi, Sabtu (4/10/2025) yang dihadiri sekitar 80 orang anggota Seksi Inang GKPS Resort Jambi dari GKPS Jambi dan GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi.
St I Br Sinaga mengatakan, kunjungan mereka ke GKPS Resort Jambi merupakan realisasi program kunjungan Pengurus Inang Sinode GKPS ke GKPS Distrik VI yang sudah tiga tahun tertunda. Semula Pengurus Inang Sinode GKPS merencanakan kunjungan ke GKPS Resort Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dan Inang GKPS Resort Bengkulu sejak tahun 2023, 2024 dan 2025.
Namun melihat kurangnya kesiapan Seksi Inang GKPS Resort Palembang dan Bengkulu, Pengurus Inang Sinode GKPS pun memantapkan kunjungan Inang GKPS Resort Jambi. Kunjungan ke GKPS Resort Jambi dilakukan karena Inang GKPS Resort Jambi memiliki kegiatan PA/Partonggon.
“Kami mengunjungi Inang GKPS Resort yang sedang nelaksanakan kegiatan, termasuk PA/Partonggoan seperti di GKPS Resort Jambi. Kunjungan kami melihat perkembangan kegiatan inang di jemaat dan resort yang jaug dari kantor pusat GKPS. Kami juga sekaligus melakukan sosialisasi program, anggaran dan menjalin kebersamaan,”katanya.
St I Br Sinaga juga mengingatkan agar inang GKPS di mana pun berada harus senantiasa mampu menjadi pembawa suka cita dan terang, khususnya bagi keluarg dan gereja.
“Inang (ibu rumah tangga) harus menjadi role model (contoh) bagi anak-anak dan keluarga menjadi terang, yakni contoh melaksanakan kehidupan yang baik dan beriman,”katanya.
Dikatakan, musuh berat keluarga, terutama inang (kaum wanita) sekarang ini, yakni penggunaan laptop tablet (gadget) dan telepon genggam (Handphone/HP) android yang salah kaprah. Belakangan ini banyak orang yang semakin keranjingan melakukan aktivitas komunikasi di media sosial menggunakan gadget dan HP android.
“Anak-anak, maupun anggota keluarga lainnya bisa lupa segalanya terkait tugas-tugasutama mereka, termasuk tugas di keluarga, sekolah dan gereja akibat kecanduan bermedsos. Masalah ini yang harus kita perhatikan agar partisipasi keluarga, baik anak, inang dan bapak mengikuti kegiatan gereja bisa ditingkatkan,”ujarnya.
Mengacu Tata Laksana
Sementara itu, Wakil Sekretaris Seksi Inang Siode GKPS, St Ing F Br Purba ketika memaparkan program dan dukungan dana Seki Inang GKPS pada kesempatan itu mengungkapkan, program Seksi Inang GKPS mulai dari tingkat jemaat, resort hingga pusat harus senantiasa mengacu pada Tata Kerja Seksi Inang GKPS yang sudah ada pada Tata Laksana dan Tata Gereja GKPS.
Hal itu penting agar program kegiatan pelayanan Seksi Inang GKPS benar-benar tertata dengan baik dan hasilnya pun bisa maksimal meningkatkan partisipasi inang dalam kegiatan gereja, khususnya Seksi Inang GKPS.
Disebutkan, program pelayanan Seksi Inang GKPS harus disusun dengan baik, realiatis dan dilengkapi kemampuan anggaran (dana). Hal itu penting agar program pelayanan wanita tidak sampai ada yang gagal karena kurangnya dukungan partisipasi anggota maupun minimnya dukungan warga.
“Seksi Inang GKPS Jangan membuat program yang hanya ‘di angan-angan’, yakni program berskala besar namun kurang ditopang partisipasi dan keuangan anggota seksi inang. Jadi program harus kita buat realistis, terencana, bia dilaksanakan dan anggaranya bisa diupayakan mencukupi sesuai kemampuan anggota,”katanya.
Sementara itu Bendahara Seksi Inang Sinode GKPS, Sy M Br Sihombing pada kesmepatan tersebut mengungkapkan, partisipasi seluruh anggiota inang GKPS juga penting menopang kebutuhan dana pelayanan di setiap tingkatan kepengurusan. Kendati jumlahnya relatif kecil, penggalangan dan penyetoran sumber persembahan setiap anggota inang di tingkat sektor, jemaat dan resort hendaknya dilakukan secara rutin, disiplin dan transparan.
Menurut Sy M Br Sihombing, usaha, pengertian dan kedisiplinan kepengurusan Seksi Inang GKPS tingkat jemaat dan resort menghimpun topangan dana masih kurang. Akibatnya setoran seksi inang jemaat dan resort ke kepengurusan inang sinode tersendat-sendat, tidka maksimal dan bahkan nihil.
Dijelaskan, berdasarkan hasil RPL Seksi Inang se-GKPS tahun ini, besaran iuran wajib anggota inang se-GKPS hanya Rp 3.000/orang. Iuran sebesar Rp 3.000/orang itu dialokasikan ke kas seksi inang jemaat sebesar 70 %, kas seksi inang resort sebesar 20 % dan ke seksi inang sinode hanya 10 %.
Namun program iuran tersebut belum berjalan secara maksimal dan menyeluruh di GKPS hingga kini. Bahkan masih banyak kepengurusan inang jemaat GKPS tidak menghimpun iuran tersebut, sehingga sumber pemasukan kas inang tingkat resort dan pusat minim.
Selain itu, lanjut, Sy M Br Sihombing, RPL Seksi Inang se-GKPS juga sudah memutuskan setiap anggota inang di GKPS memberikan iuran wajib untuk dana sosial Rp 1.000/orang. Iuran itu nantinya disumbangkan ke setiap distrik untuk membantu program diakonia sosial atau pemberdayaan ekonomi keluarga. Jumlah sumbangan ke setiap distrik Rp 20 juta. Khusus tahun 2026, empat distrik yang direncanakan mendapatkan bantuan Rp 20 juta tersebut, yakni GKPS Distrik V, VI, VII dan Distrik VIII.
“Namun program tersebut pun belum berjalan dengan baik. Masalahnya pengumpulan iuran itu di setiap jemaat berlum selurunya dilaksanakan,ujarnya.
Sy M Br Sihombing lebih lanjut mengatakan, satu bagian keuangan lagi yang belum sepenuhnya dilaksanakan sesuai Tata Lakasana GKPS, yakni hasil pesta kategorial (seksi) inang yang dilaksanakan setiap bulan Maret.
Dijelaskan, hasil Pesta Inang Jemaat se-GKPS yang disetorkan ke kas Seksi Inang GKPS resort dan sinode, yaitu persentase dari seluruh persembahan (pemasukan) yang diperoleh Seksi Inang Jemaat GKPS.
“Namun selama ini yang terjadi, hasil Pesta Inang Jemaat GKPS yang dibagi hanya hasil penggalangan dana pada hari ‘H’ (pelaksanaan pesta pada Minggu), yakni hasil lelang dan ‘boras tenger’ (persembahan khusus. Akibatnya porsi setoran ke kas Inang GKPS Pusat dan Resort relatif sedikit,”katanya.
Menurut Sy M Br Sihombing, sebenarnya porsi hasil Pesta/Minggu Inang GKPS tingkat jemaat yang disetorkan ke kas Seksi Inang GKPS Sinode dan Resort reltif kecil. Total hasil Pesta Inang Jemaat GKPS yang disetorkan ke kas Seksi Inang GKPS Sinode hanya 10 % dan ke kas Seksi Inang GKPS Resort hanya 20 %. Selebihnya sekitar 70 % hasil Pesta Inang Jemaat GKPS tinggal di kas inang jemaat.
“Jadi kami mengharapkan pengurus Seksi Inang Jemaat GKPS melakukan penggalangan dana sesuai dengan hasil RPL dan Tata Laksana GKPS. Hal ini penting agar pelayanan Seksio Inang GKPS semakin marhidorat (berhasil secara maksimal),”ujarnya.
Dikatakan, salah satu Program Seksi Inang GKPS yang perlu mendapat sokongan dana dari seluruh anggota inang GKPS, yakni pembangunan Balai Harungguan Inang GKPS di Kota Pematangsiantar. Pembangunan Balai Harungguan Inang GKPS tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 214 juta. Sedangkan dana yang sudah terkumpul saat in baru mencapai 60 %.
“Kami mengharapkan dukungan dan doa seluruh inang GKPS agar pembangunan balai pertemuan Inang GKPS segera terwujud. Target kita, pembangunan balai pertemuan tersebut harus rampung tahun ini,”katanya.
Tuan Rumah RPL
Satu misi lain yang diusung Pengurus Seksi Inang Sinode GKPS ke GKPS Resort Jambi, yakni mencari Tuan Rumah RPL Seki Inang se-GKPS tahun 2027. Berdasarkan hasil RPL Seksi Inang se-GKPS awal tahun ini, tuan rumah RPL Seksi Inang se-GKPS tahun 2027, yakni GKPS Distrik VI Riau dan sekitarnya. Namun belum dipastikan apakah tuan rumah RPL tersebut GKPS Distrik VI Rayon I, Pekanbaru dan sekitarnya, Rayon II Jambi dan sekitarnya atau Rayon III Batam dan sekitarnya.
St I Br Sinaga mengatakan, pihaknya mengharapkan Seksi Inang GKPS Resort Jambi bisa menjadi tuan rumah RPL Seksi Inang se-GKPS tahun 2027. Pimpinan Sinode (Puat) GKPS juga mendukung Seksi Inang GKPS Resort Jambi menjadi tuan rumahRPL SeksiInang se-GKPS 2027 tersebut.
Namun usulan tersebut belum mendapatkan respon positif dari Seksi Inang GKPS Resort Jambi. Berdasarkan pembahasan mengenai tuan rumah RPL tersebut seusai PA Inang GKPS Resort Jambi di GKPS Jambi, Sabtu (4/10/2025), Seksi Inang GKPS Resort Jambi belum siap menjadi tuan rumah RPL tersebut.
Sedangkan beradasarkan pembicaraan Pengurus Seksi Inang Sinode GKPS dengan Pengurus GKPS Resort Jambi dan Pengurus Seksi Inang GKPS Resort Jambi, penetapan (penentuan) tuan rumah RPL Seksi Ianng se-GKPS di Distrik VI tahun 2027 perlu dibawa ke Rapat Koordinasi Distrik (Rakordis) VI GKPS yang dilaksanakan di GKPS Duri, Riau, Kamis – Sabtu (16 – 18/10/2025).
Berdasarkan kesepakatan, penentuan tuan rumah RPL Seksi Inang se-GKPS di Distrik VI tahun 2027 perlu disepakati seluruh peserta Rakordis VI GKPS di Duri nanti. Hal itu penting demi kematangan persiapan, kesiapan seksi inang yang menjadi tuan rumah dan kelancaran RPL tersebut.
Secara keseluruhan hasil pembahasan kegiatan Seksi Inang GKPS di GKPS Resort Jambi menyimpulkan, seluruh anggota inang GKPS di mana pun berada perlu mendukung berbagai program seksi inang di tingkat jemaat, resort, distrik dan pusat. Kebersamaan seluruh inang GKPS sangat dibutuhkan membangkitkan semangat persekutuan, kesaksian dan pelayanan inang di GKPS. Semoga. (SDB/St R Saragih).



Tidak ada komentar
Posting Komentar