Kondisi kerusakan jalan pesisir Danau Toba Dusun Hutaimbaru, Desa Ujungmariah – Bage, Kecamatan Pamatangsilimahuta, Kabupaten Simalungun, Sumut. Gambar diambil, Rabu (10/9/2025). (Foto : Lamhot Sar Manihuruk).

Kepada Yth.

Bupati Simalungun,

Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Simalungun

di tempat

Perihal: Permohonan Mendesak Perbaikan Jalan Rusak Pesisir Danau Toba – Nagori (Desa) Ujungmariah dan Sekitarnya.

Dengan hormat,

Kami warga Nagori (Desa) Ujungmariah, Kecamatan Pamatangsilimahuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara bersama masyarakat dari desa-desa sekitar pesisir Danau Toba menyampaikan jeritan dan keprihatinan yang sudah terlalu lama kami pendam. Selama lebih dari 25 tahun, kami hidup dalam kondisi akses jalan yang rusak berat, membahayakan keselamatan dan memutus akses vital kehidupan warga desa.

Ruas jalan dari Dusun Hutaimbaru – Dusun Soping (Desa Ujungmariah) – Desa Baluhut – Desa Bage, Kecamatan Pamatangsilimahuta saat ini nyaris tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. 

Kerusakan meliputi:

·        *  Jalan berbatu besar tanpa aspal.

·         * Genangan air dan tanah tergerus saluran.

·         * Rawan longsor tanpa rambu-rambu peringatan.

·         * Tidak ada perawatan atau perbaikan bertahun-tahun.

Bahkan, Kepala Desa Ujungmariah meninggal dunia karena kecelakaan saat melintasi jalan pesisir Danau Toba Sibolangit – Hutaimbaru Juli tahun lalu. Hal ini jelas menunjukkan betapa nyatanya ancaman dari buruknya infrastruktur ini.

Jalan rusak Dusun Hutaimbaru - Soping, Desa Ujungmariah, Pamatangsilimahuta, Simalungun, Sumut. Gambar diambil Rabu (10/9/2025). (foto : Lamhot Sar Manihuruk).

Dampak Nyata Kerusakan Jalan Ini:

Warga kesulitan mengakses layanan kesehatan.

·        * Pasien gawat darurat harus ditandu atau menunggu angkutan barang (L-300) yang tidak rutin.

·         * Anak-anak sulit pergi ke sekolah.

·         * Kondisi jalan berbahaya, terutama saat musim hujan.

·         * Petani terhambat menjual hasil bumi.

·         * Akses ke pasar Seribudolok, Tongging, dan Kabanjahe terputus atau mahal secara biaya.

Transportasi air komersial di Desa Ujungmariah sudah mati, transportasi darat tidak layak.

Kami benar-benar dalam kondisi terisolasi.

Kami Bertanya:

Apakah 25 tahun penantian belum cukup membuat kami layak diperhatikan?

·       * Apakah harus ada korban jiwa lagi baru ada tindakan nyata?

·         Mengapa jalan kabupaten lain (misalnya dari Tongging ke Sibolangit, Kabupaten Karo) bisa baik, sedangkan kami seolah bukan bagian dari peta pembangunan?

Kami Memohon dengan Sangat:

Segera tinjau langsung kondisi jalan Bage – Hutaimbaru – Soping – Nagoripurba.

·     * Alokasikan anggaran perbaikan jalan tahun ini (APBD Perubahan) atau paling lambat awal tahun depan.

·         * Libatkan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan.

·         * Berikan tanggapan resmi atas kondisi ini kepada masyarakat.

·         Kami percaya bahwa Pemerintah Daerah dan DPRD hadir untuk melayani dan melindungi seluruh masyarakat, termasuk kami yang berada di desa pelosok. Jangan biarkan keadilan sosial hanya jadi semboyan.

Atas perhatian dan tanggapan yang segera, kami ucapkan terima kasih.

Rabu, 10 September 2025

Hormat kami,

Atas nama Warga Desa Ujungmariah dan Masyarakat Pesisir Danau Toba

(Dusun Hutaimbaru, Soping, Bage, Nagoripurba dan lainnya)

 

Pindariana Sar Manihuruk (Canada)