Suasana pelantikan Pengurus Pengurus baru Hasadaon Saragih Garingging Boru Pakon Panogolan Kabupaten Simalungun masa bakti 2025-2030 di auditorium T Johan Garingging Universitas Efarina, Pamatangraya, Sumut, Sabtu (27/9/2025). (Foto : SDB/DiskominfoSimalungun)

(SimalungunDearBarita.Com, Pamatangraya) – Marga (klan/fam) merupakan salah satu marga yang cukup besar di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Marga saeragih yang merupakan sala sati dari lima marga di Simalungun, Sinaga, Saragih, Damanik dan Purba (Sisadapur) juga termasuk memiliki latar belakang kepemimpinan di Simalungun. Hal itu tak terlepas dari kehadiran pemimpin Simalungun di masa silam, yakni Raja Raya, Saragih Garingging.

Marga Saragih juga memiliki persaudaraan yang sangat erat dengan keturunan Parsadaan Raja Naimbaton (Parna) dari daerah di Tanah Batak. Karena itu keturunan Parna dari Tanah Batak (Samosir dan Sekitarnya) di masa lalu hingga saat ini banyak memakai marga Saragih, mengikuti tradisi di Kabupaten Simalungun. Mereka mengikuti penggunaan marga Saragih yang dikenal asli dari Simalungun, yakni Saragih Garingging dan Sumbayak.

Marga Saragih juga merupakansalah satu kekuatan pembangunan di Kabupaten Simalungun karena jumlahnya yang sangat banyak dan menyebar, termasuk ke daerah perantauan. Guna menghimpun potensi marga Saragih tersebut membangun Simalungun, marga Saragih di Simalungun pun membentuk organisasi kekeluargaan. Salah satu di antaranya perkumpulan (paguyuban) marga Saragih Garingging.

Hingga kini hasadaon (perkumpulan) marga Saragih Garingging di Simalungun – Kota Pematangsiantar masih tergolong cukup kuat dan erat. Renegerai/kelanjutan kepengurusan marga Saragih Garingging di Simalungun juga masih terus berlanjut.

Pengurus Baru

Pengurus baru Hasadaon Saragih Garingging Boru Pakon Panogolan (HSGBP) Kabupaten Simalungun masa bakti 2025-2030 dilantik Ketua Umum HSGBP Pusat, Dr JR Saragih, SH, MM di auditorium T Johan Garingging Universitas Efarina, Pamatangraya, Sumut, Sabtu (27/9/2025).

Pelantikan Pengurus HSGBP yang digelar secara meriah tersebut dihadiri Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Simalungun, Ny Hj Darmawati Anton Achmad Saragih dan para tokoh marga Saragih Garingging.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua Umum Umum HSGBP Pusat yang dibacakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) HSGBP Pusat, Jamesrin Saragi diampingi Darwan Saragih, Pengurus HSGBP Simalungun 2025-2030 yang dilantik, yakni Ketua, Drs Alpian Denri Saragih Garingging dan Wakil Ketua, Jamerson Saragih Garingging, SP.

Sekretaris, Rinton Damanik, SE, Wakil Sekretaris, Charlie Saragih Gringging, ST, Bendahara, Rienti Fela Saragih Garingging, SKom, MSi dan Wakil Bendahara, Sartika Saragih Garingging.

Pelantikan ditandai dengan penyematan hio pamotting (kain tradisi Simalungun) dan penyerahan pataka (bendera organisasi) Ketua HSGBP Kabupaten Simalungun, Drs Denri Saragih Garingging. Penyematan hio pamotting juga diberikan kepada para Ketua HSGBP Kecamatan se-Kabupaten Simalungun sebagai simbol pengukuhan dan tanggung jawab.

Ketua Panitia, Bill Morgan Saragih Garingging pada kesempatan itu melaporkan,  jumlah pengurus HSGBP se-Kabupaten Simalungun yang dilantik pada kesempatan tersebut sebanyak 191 orang. Sebelum pelantikan dilaksanakan malam ramah tamah, kegiatan olahraga bersama dan ziarah ke makam Tuan Rondahaim Saragih.

Sementara itu, Ketua Umum HSGBP Pusat, Dr JR Saragih  pada kesempatan itu mengharapkan kepengurusan HSGBP yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan organisasi serta masyarakat Simalungun.

Sementara itu, Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih yang merupala penasehat HSGBP Kabupaten Simalungun mengatakan, HSGBP memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pembangunan di Simalungun.

“Kita berkumpul dari berbagai latar belakang. Namun perbedaan itu menjadi kekuatan. Ibarat lidi, jika hanya satu akan mudah patah, namun saat bersatu maka menjadi kuat dan kokoh,”ujarnya.

Disebutkan,  melalui persatuan, tidak ada tantangan yang tidak bisa diselesaikan. Seperti isi lagu Mars Garingging, “Sada ni riah do parsaut ni horja, parsaudni horja do pardasni sura-sura”, semua bisa dikerjakan melalui kerja sama yang baik. (SDB/Rades).