Rakor penggunaan dana desa di pendopo rumah dinas Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Sumatera Utara, Kamis (7/8/2025). (Foto : DiskominfoSimalungun).

(SimalungunDearBarita.Com, Simalungun) – Angka kasus stunting (anak kerdil fisik akibat kekurangan gizi) di Kabupaten Simalungun belum menunjukkan tanda-tanda turun. Hingga saat ini kasus stunting di Simalungun masih tergolong tinggi, masih jauh dari target penurunan stunting nasional.

Bahkan kasus stunting di Simalungun cenderung meningkat. Kasus stunting di Simalungun mecapai 17, 4 % tahun 2023 dan naik menjadi 17,7 % tahun 2024 serta meningkat lagi menjadi 19 % tahun ini.

“Saat ini, angka prevalensi (persentase) kasus stunting di Simalungun masih berada di angka 19 %. Kasus tunting di Simalungun ini masih jauh terpaut dari target penurunan stunting tingkat nasional sekitar 14 %. Jadi Simalungun harus benar-benar mengoptimalkan penanganan stunting,”tegas Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih pada Rapat Koordinasi Penggunaan Dana Desa se-Kabupaten Simalungun di pendopo rumah dinas Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Sumatera Utara, Kamis (7/8/2025).

Menurut Anton Achmad Saragih, kerja sama lintas sektoral sangat penting meningkatkan pembangunan desa. Salah satu persoalan desa yang perla mendapat perhatian, yakni masalah stunting.

Karena itu, lanjut Anton Achmad Saragih, anggaran yang tersedia dalam dana desa, termasuk untuk bantuan sosial, harus digunakan secara efektif dan tepat sasaran.

“Pastikan bantuan sosial disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ketepatan sasaran sangat penting agar manfaatnya bisa dirasakan secara nyata,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (PMPN) Kabupaten Simalungun, Edward Girsang pada kesempatan tersebut memaparkan sejumlah fokus prioritas penggunaan dana desa. Di antaranya, program ketahanan pangan, pengembangan potensi dan keunggulan nagori (desa), digitalisasi nagori, pembangunan berbasis padat karya dan program-program prioritas lainnya.

Dikatakan, porsi penggunaan dana desa tahun 2025 dialokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa sekitar 10,87 %, ketahanan pangan melalui Badan Usaha Milik Nagori (BUMNag) sekitar 20,88 %), promosi dan layanan dasar kesehatan skala nagori, termasuk penanganan stunting (11,16 %) dan operasional pemerintahan nagori (tiga persen).

Menurut Edward Girsang, jenis usaha ketahanan pangan yang dikelola melalui BUMNagori meliputi sektor pertanian seperti padi, bawang, jagung, cabai, kedelai serta peternakan, seperti sapi, kambing, babi, ikan, ayam domba dan lain-lain. (SDB/Rades/Ds).