(SimalungunDearBarita.Com, Pematangsiantar) – Pesatnya perkembangan zaman dan terjadinya peribahan cepat kehidupan belakangan ini berpengaruh besar terhadap meningkatnya tekanan psiko-sosial (stress dan kegalauan) di tengah masyarakat. Menyikapi kondisi atau fenomena sosial tersebut, gereja dan para teolog (ahli agama) perlu meningkatkan pelayanan pastoral (kerohanian) dan konseling (spikologis).
“Kita hidup di era yang penuh dengan perubahan cepat, ketidak-pastian dan tekanan psikososial yang makin kompleks. Dalam konteks seperti ini, pelayanan pastoral dan konseling dituntut untuk lebih adaptif, empatik dan berbasis pendekatan lintas disiplin,”kata Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, SH, MKn.
Wesly Silalahi menyampaikan hal tersebut pada sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar, Drs Daniel H Siregar pada Summer School (Pendidikan Khusus) Perhimpunan Sekolah Teologi di Indonesia (Persetia) di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kota Pematangsiantar, Jalan Sangnaualuh Damanik, Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Senin (4/8/2025).
Menurut Wesly Silalahi, peranan teologi perlu diperkuat menghadapi dinamika zaman. Hal itu penting guna membantu masyarakat menghadapi berbagai dampak kemajuan zaman dan teknologi terhadap kehidupan kerohanian dan sosial.
“Karena itu, kehadiran para teolog di kota ini menjadi kebanggaan bagi kami sekaligus membawa semangat baru menjawab tantangan zaman, khususnya di bidang teologi dan pelayanan pastoral,”tuturnya.
Wesly Silalahi menyebutkan, Summer School Persetia di STT HKBP Kota Pematangsiantar bertajuk “Pastoral Care and Counseling in The Disruptive Era” sangat relevan dengan situasi saat ini.
Karena itu kegiatan tersebut hendaknya dilaksanakan bukan hanya memperkaya wawasan akademik dan spiritual para peserta, tetapi menjadi ruang dialog yang konstruktif dalam memperkuat peran teologi dalam menghadapi dinamika zaman.
“Kota Pematangsiantar sebagai kota yang plural dan toleran, sangat terbuka bagi kegiatan-kegiatan seperti ini. Kami percaya, kebersamaan dan keberagaman adalah kekuatan kita untuk terus membangun masyarakat yang Cerdas, Sehat, Kreatif dan Selaras,”katanya.
Wesly Silalahi mengharapkan Summer School Persetia di Kota Pematangsiantar tersebut berjalan lancar, penuh makna dan memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan bergereja dan bermasyarakat. (SDB/Rades).

Tidak ada komentar
Posting Komentar