Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi (tengah) pada pertemuan dengan pimpinan dan pengurus UEM di rumah dinas Wali Kota Pematangsiantar, Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumut, Senin (14/7/2025). (Foto : DiskominfoSiantar).

(SimalungunDearBarita.Com, Pematangsiantar) - Misi Pekabaran Injil berastu (United Evangelical Mission/UEM) siap mempersatukan gereja-gereja yang berada di bawah naungan UEM di Indonesia tahun ini. Kegiatan pertemuan gereja-gereja anggota UEM wilayah Indonesia tersebut akan dilaksanakan di Kota Pematangsiantar dengan tuan rumah Huria Kristen Indonesia (HKI).

Kemudian UEM juga akan menggelar jalan kaki satu kilometer di Kota Pematangsiantar tahun 2026 dengan tuan rumah Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS). Jalan kaki tersebut dimaksudkan menggalang dana pelayanan sekaligus menjadi forum pertemuan UEM dengan pemerintah dan masyarakat.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) UEM wilayah Asia, Pdt Dr Andar Parlindungan Pasaribu pada pertemuan dengan Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, SH, MKn di rumah dinas Wali Kota Pematangsiantar, Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Senin (14/7/2025).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Eksekutif UEM Regional Asia, Rev Juvy Astudillo dari UCCP Filipina, Ephorus GKPS Pdt John Christian Saragih, STh, MSc dan mantan Sekjen GKPS 2020-2025, Pdt Dr Paul Ulrich Munthe.

Pdt Dr Andar Parlindungan Pasaribu menjelaskan, UEM merupakan persekutuan gereja dan lembaga pelayanan dari Asia, Afrika dan Eropa yang memmiliki 39 gereja anggota. UEM aktif di bidang advokasi, diakonia, evangelisme, kemitraan internasional dan pengembangan pendidikan teologi kontekstual. UEM juga memiliki yayasan yang fokus pada bidang pelayanan masyarakat, yakni Yayasan Pijar Misi Indonesia.

Terkait hubungan dengan umat antar agama, Pdt Andar mengaku UEM selama ini aktif bersama Pemuda Lintas Iman (Pelita). Mereka menggelar acara buka puasa bersama dan juga membersihkan masjid-masjid.

"Kita bergabung dengan pemuda Buddha, Hindu, dan Islam,"katanya.

Menurut Pdt Dr Andar Parlindungan Pasaribu, dirinya merupakan orang Asia pertama yang menjadi Sekjen UEM. UEM akan menggelar Sidang Raya UEM di Tanzania, Afrika, September 2025. Pdt Dr Andar Parlindungan Pasaribu mengundang Wesly Silalahi menghadiri Sidang Raya UEM di Afrika tersebut.

Dikatakan, Sidang Raya UEM tersebut akan dihadiri Presiden Tanzania, Samia Suluhu Hassan. Presiden Tanzania tersebut merupakan seorang Muslim dan perempuan. Hal itu menunjukkan Tanzania merupakan negara yang sangat toleran.

"Meskipun warga Tanzania itu 60 % beragama Kristen, namun presidennya seorang Muslim dan perempuan,"ujarnya.

Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi (empat dari kiri) bersama pengurus UEM dan pendeta gereja-gereja di Kota Pematangsiantar seusai pertemuan di rumah dinas Wali Kota Pematangsiantar, Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumut, Senin (14/7/2025). (Foto : DiskominfoSiantar).


Pemberdayaan Jemaat

Sementara itu, Direktur Yayasan Pijar Misi Indonesia, Ridho Simamora pada kesempatan itu memaparkan, pihaknya bersama gereja memiliki program memberdayakan jemaat dan komunitas agar survive (berhasil) di bidang ekonomi melalui sektor pertanian.

"Kami sudah memberdayakan petani padi dan kopi di Haranggaol, Kabupaten Simalungun. sebutnya. Kami juga memberikan beasiswa kepada pendeta GKPS belajar ke Jerman. Jadi kami perlu menggandeng pemerintah daerah memberikan pendampingan agar program kami bisa berkelanjutan.  Peran pemerintah sangat strategis. Tentunya kami berharap banyak,"katanya.

Sementara itu, Wesly Silalahi menyabut baik kehairan UEM membantu pembangunan masyarakat di Kabupaten Simalungun, Kota Pematangsiantar dan daerah lain. Kemudian kiprah UEM mendukung toleransi kehidupan umat beragama juga terus dibutuhkan, khususnya di Kota Pematangsiantar.

Dikatakan, Kota Pematangsiantar merupakan salah satu kota religi karena di kota tersebut terdapat sejumlah pusat gereja. Kemudian agama, suku dan budaya di Kota Pematangsiantar juga sangat beragam.

“Di tengah keragaman itu, saat ini Pematangsiantar berada di peringkat lima Indeks Kota Toleransi (IKT) di Indonesia. Ini harus terus kita pertahankan dan ditingkatkan,”katanya. (SDB/Rades).