Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi (kiri) menyerahkan dokumen LPJ kepada pimpinan dewan pada Rapat Paripurna VI DPRD Kota Pematangsiantar di Gedung Harungguan DPRD Kota Pematangsiantar, Senin (14/7/2025). (Foto : DiskominfoSiantar).
(SimalungunDearBarita.Com, Pematangsiantar) – Perekonomian Kota Pematangsiantar selama lima tahun terakhir meningkat secara signifikan. Hal tersebut tercermin dari peningkatan pendapatan daerah dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pematangsiantar.
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, SH, MKn pada Rapat Paripurna VI Tahun Anggaran (TA) 2025 terkait Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Pematangsiantar tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD TA 2024 di Gedung Harungguan DPRD Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Senin (14/7/2025).
Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga, SH tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Ir Daud Simanjuntak, MT dan Frengky Boy Saragih, ST. Kemudian hadir juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang, SSTP, MSi.
Menurut Wesly Silalahi, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Pematangsiantar menurut harga berlaku tahun 2024 mencapai Rp 17,35 triliun. Nilai PDRB tersebut meningkat sekitar Rp 1,12 triliun (6,9 %) dibandingkan PDRB tahun sbelumnya sekitar Rp 16,23 triliun.
Sedangkan berdasarkan harga konstan, PDRB Kota Pematangsiantar tahun 2024 mencapai Rp 10,77 triliun atau meningkat Rp 474, 13 miliar (4,6 %) dibanding tahun sebelumnya sekitar Rp 10,30 triliun.
“Peningkatan PDRB tersebut menunjukkan, kebijakan dan program pembangunan yang dilaksanakan selama ini mampu mendorong perkembangan perekenomian Kota Pematangsiantar,”katanya.
Dijelaskan, dari sisi makro ekonomi, perekonomian Kota Pematangsiantar memperlihatkan tren perkembangan yang semakin meningkat. Salah satu faktor yang memberikan kontribusi pada peningkatan perekenomian di Kota Pematangsiantar, perkembangan investasi. Baik yang dilakukan pemerintah maupun swasta.
Wesly Silalahi mengatakan, angka PDRB yang diraih Kota Pematangsiantar tersebut belum dapat menggambarkan pendapatan penduduk secara nyata dan merata. Masalahnya peningkatan nilai PDRB masih dipengaruhi ketimpangan peluang, ketersediaan pasar tenaga kerja, konsentrasi kekayaan dan kesiapan menghadapi goncangan ekonomi.
"Namun demikian, angka PDRB tersebut menjadi dasar dan relevan yang dipergunakan sebagai salah satu indikator melihat rata-rata tingkat kesejahteraan penduduk suatu daerah,"katanya.
Realisasi PAD
Menurut Wesly Silalahi, realisasi pendapatan daerah Kota Pematangsiantar tahun 2024 mencapai Rp 994,61 miliar atau sekitar 98,52 % dari target pendapatan kota tersebut tahun lalu sekitar Rp 1,01 triliun. Realisasi pendapatan itu terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 161,74 miliar atau sekitar 94,15 % dari target PAD Rp 171,78 miliar. Kemudian pendapatan transfer sekitar Rp 827, 82 miliar (99,09 %) dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sekitar Rp 12,59 miliar atau 126,73 % dari target Rp 9,94 miliar.
Wesly Silalahi menjelaskan, indicator peningkatan ekonomi Kota Pematangsiantar juga nampak dari pertumbuhan IPM Kota Pematangsiantar. Ssecara kumulatif, angka IPM Kota Pematangsiantar tahun 2024 mencapai 81,17 atau peringkat kedua se-Sumut setelah Kota Medan.
Kemudian angka harapan hidup penduduk Kota Pematangsiantar mencapai 75,03 tahun – 76 tahun. Berdasarkan angka harapan hidup tersebut, Kota Pematangsiantar menduduki peringkat pertama harapan hidup wilayah Sumut. Sementara itu, harapan lama sekolah di Kota Pematangisantar 14,61 tahun dengan rata-rata lama sekolah 11,82 tahun.
“Pengeluaran per kapita disesuaikan penduduk Kota Pematangsiantar tahun lalu rata-rata Rp 13,45 juta per tahun. Kondisi ini menunjukkan daya beli masyarakat Kota Pematangsiantar meningkat,”katanya.
Dijelaskan, kondisi sosial-politik yang stabil di Kota Pematangsiantar juga merupakan salah satu indikator penting bagi keberhasilan pelaksanaan fungsi pemerintahan. Kondisi dan perkembangan sosial-politik masyarakat Kota Pematangsiantar selama tahun 2024 secara umum tetap dalam kondusif.
“Dinamika politik yang terjadi tetap berada dalam koridor tatanan demokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika politik dan norma-norma hukum,”ujarnya.
Wesly Silalahi mengatakan, Kota Pematangsiantar merupakan wilayah yang memiliki nilai strategis di sektor perekenomian. Pembangunan ekonomi Kota Pematangsiantar saat ini diarahkan pada upaya peningkatan pendapatan yang dibarengi modernisasi dan pertumbuhan ekonomi.
“Pembangunan ekonomi Pematangsiantar secara khusus meperhaikan aspek pemerataan pendapatan (income equity), kesempatan kerja, laju pertumbuhan penduduk dan perubahan struktur ekonomi daerah,”ujarnya. (SDB/Rades).

Tidak ada komentar
Posting Komentar