Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga (dua dari kiri) pada pertemuan dengan atlet difabel Simalungun dan pengurus Yayasan Harapan Jaya di rumah dinas Wakil Bupati Simalungun, Pamatangraya, Simalungun, Sumut, Kamis (17/7/2025). (Foto : DiskominfoSimalungun).
(SimalungunDearBarita.Com, Pamatangraya) – Kabupaten Simalungun termasuk salah satu daerah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang memiliki potensi atlet-atlet dari kaum difabel. Saat ini ada dua orang atlet difabel Simalungun yang berprestasi di tingkat nasional. Masing-masing Novita Safitri Simanullang dan Putri S Rahayu Lase. Kedua atlet tersebut binaan Yayasan Harapan Jaya Kabupaten Simalungun.
Novita Safitri Simanullang merupakan peraih tiga medali emas di ajang Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) II Sumut yang digelar National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumut tahun 2023. Pada kejuaraan itu, Novita Safitri Simanullang menjuarai tiga cabang sekaligus, yakni tolak peluru, lempar cakram dan lempar lembing di kelas kate (berat peluru 4–5 kg).
Novita Safitri Simanullang yang yang mulai bergabung dengan NPCI Sumut sejak 2022 terus menunjukkan potensi luar biasa sebagai atlet nasional. Dia bersiap-siap mengikuti berbagai kejuaraan atletik paralimpik nasional tahun ini.
Kemudian Putri S Rahayu Lase merupakan atlet difabel berprestasi cabang olahraga angkat berat (barbel) Simalugun. Putri S Rahayu Lase saat ini mempersiapkan diri mewakili Indonesia mengikuti kejuaraan internasional angkat berat kaum difabel di Dubai Oktober 2025.
Guna menggali dan mengembangkan prestasi atlet-atlet kaum difabel dari Kabupaten Simalungun, Yayasan Harapan Jaya menjalin bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun membentuk organisasi olahraga kaum difabel, NPCI Cabang Kabupaten Simalungun. Kehadiran NPCI di Kabupaten Simalungun sangat penting menjadi wadah menghimpun dan pembinaan atlet-atlet berbakat dari kaum difabel.
Rencana pembentukan NPCI Kabupaten Simalungun tersebut sudah dibicarakan Novita Safitri Simanullang, Yayasan Harapan Jaya dengan Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga di rumah Bupati Simalungun, Pamatangraya, Sumut, baru-baru ini.
Pertemuan itu juga dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga Kabupaten Simalungun, Ramadhan Damanik, Ketua Yayasan Harapan Jaya, Suster Ferinanda Lumbantoruan, FCJM, pendamping atlet difabel Yayasan Harapan Jaya, Suster Yovita Manalu, FCJM dan calon Ketua NPCI Kabupaten Simalungun, Yunus Manalu.
Novita Safitri Simanullang pada saat itu mengatakan, diriny berkeinginan terbentuknya NPCI Simalungun karena selama ini belum ada wadah yang lebih besar dan diakui pemerintah sebagai tempat bernaung atlet kaum difabel Kabupaten Simalungun.
“Melalui NPCI nanti, pencarian bakat, pembinaan dan pendampingan atlet kaum difabel Simalungun yang bertanding di tingkat provinsi, nasional dan internasional bisa dilakukan secara intensif dan baik,”katanya.
Suster Ferinanda Lumbantoruan pada kesempatan itu mengatakan, pendampingan dan pembinaan atlet difabel tidak hanya dilakukan dari sisi spiritual, tetapi juga dari sisi pengembangan diri dan kemandirian.
Karena itu, Suster Ferinanda Lumbantoruan mengharapkan NPCI Kabupaten Simalungun bisa segera terbentuk. Dengan demikian Yayasan Harapan Jaya, NPCI dan Pemkab Simalungun bisa bekerja sama mengembangkan pembinaan atlet difabel di Simalungun.
“Kami percaya bahwa setiap anak yang kami dampingi memiliki keistimewaan. Kami tidak ingin mereka dikasihani, tetapi didorong untuk berkembang dan bersinar. Kami ingin atlet difabel bisa berprestasi, memberikan kebanggaan dan inspirasi bagi masyarakat,”ujarnya.
Menanggapi harapan para atlet difabel dan Yayasan Harapan Jaya Simalungun tersbeut, Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga mengatakan, Pemkab Simalungun siap bekerja sama dengan Yayasan Harapan Jaya dan NPCI mengembangkan pembinaan atlet difabel Simalungun.
"Saya sangat mengapresiasi perjuangan saudara-saudara kita para difabel yang ingin membentuk NPCI di Simalungun. Ini bukan sekadar organisasi, tetapi langkah besar menuju kesetaraan dan prestasi,"ujarnya.
Siap Bermitra
Benny Gusman Sinaga mengatakan, Pemkab Simalungun siap menjadi mitra dalam pengembangan NPCI dan pembinaan para atlet difabel. Pembinaan atlet kaum difabel di Simalungun membutuhkan kolaborasi (kerja sama) antara pemerintah daerah, komunitas, organisasi keagamaan dan maupun sosial. Kerja sama itu penting menciptakan lingkungan inklusif (terbuka) demi kemajuan olahraga kaum difabel di Simalungun.
Menurut Benny Gusman Sinaga, berkomitmen terhadap pengembangan potensi dan pemberdayaan warga difabel melalui dukungan penuh terhadap pembentukan NPCI di Simalungun. Dia juga mengajak segenap lapisan masyarakat Simalungun mendukung, membantu dan memberikan semangat kepada kaum difabel yang berbakat dan berprestasi di berbagai bidang, terkhusus bidang olahraga.
“Sebagai salah satu dukungan yang perlu diberikan masyarakat, yakni jangan lagi menyebut orang cacat, tetapi kaum difabel. Sebab kaum difabel bukan orang yang tidak mampu. Mereka terlahir dengan kondisi fisik yang berbeda, namun memiliki bakat dan potensi lua bisa,”katanya.
Benny Gusman Sinaga mengaku bangga melihat adanya atlet difabel Simalungun yang berprestasi hingga ke tingkat nasional seperti Novita Safitri Simanullang dan Putri S Rahayu Lase. Dia juga mengapresiasi kiprah Yayasan Harapan Jaya terus memiliki komitmen dan konsisten membina atlet-atlet kaum difabel Simalungun.
Benny Gusman Sinaga mengakui, Yayasan Harapan Jaya ini telah menjadi pusat pembinaan dan penguatan mental bagi para difabel. Yayasan tersebut mampu berdiri sejajar dengan organisasi lain, khususnya dalam pembinaan olahraga kaum difabel. Yayasan tersebut juga sudah berhasil membina Novita Safitri Simanullang dan Putri S Rahayu Lase.
“Prestasi tidak datang dari kelengkapan fisik, tetapi dari semangat dan kerja keras. Mari kita tunjukkan bahwa Simalungun adalah rumah yang ramah dan mendukung semua warganya untuk maju dan berprestasi,”katanya.(SDB/Rades/Dsm).

Tidak ada komentar
Posting Komentar