Permintaan tersebut disampaikan warga Dusun Hutaimbaru yang tinggal di Dusun Hutaimbaru, Desa Ujungmariah, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumut maupun yang berada di perantauan, terkait semakin rusaknya jalan ke Dusun Hutaimbaru saat ini.
Erge Girsang (50), warga Dusun Hutaimbaru kepada wartawan di Dusun Hutaimbaru, Kamis (10/7/2025) mengatakan, kondisi jalan lingkar pesisir Danau Toba yang merupakan satu-satunya akses darat ke dusun tersebut kini semakin parah. Sejak kepimpinan Bupati Simalungun, JR Saragih selama dua periode (2010 – 2015 dan 2015 – 2020) hingga kepemimpinan Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga selama 2020 – 2024, tidak pernah ada perbaikan kerusakan jalan ke Dusun Hutaimbaru.
Sekitar lima kilometer jalan lingkar Danau Toba menuju dusun Hutaimbaru dan Nagori Purba hingga kini masih jalan tanah dan batu. Sebagian besar badan jalan sudah menjadi kubangan. Kemudian batu-batu besar bermunculan di jalan akibat pasir, tanah dan kerikil yang selama ini menimbun badan jalan hanyut tergerus air hujan.
Menurut Erge Girsang, di masa 100 hari kepemimpinan Bupati Simalungun hasil Pilkada Serentak 2024, DR H Anton Achmad Saragih, perbaikan kerusakan jalan ke Dusun Hutaimbaru sama sekali belum tersenituh. Kondisi tersebut membuat warga desa masih tetap kesulitan akses ke luar desa, khususnya ke pekan (pasar) kecamatan di Seribudolok, Kecamatan Silimakuta, Simalungun maupun ke Merek Situnggaling, Kabupaten Karo.
“Warga desa ini masih sulit mau pergi ke pasar, rumah sakit maupun menjual hasil pertanian ke kota karena jalan rusak. Kendaraan andalan dari dusun ini juga hanya mobil pick-up (bak terbuka). Mobil itulah yang digunakan warga mengangkut penumpang dan barang. Sedangkan angkutan danau atau kapal saat ini dari Hutaimbaru ke Pasar Tongging, Karo tidak ada lagi,”katanya.
Keprihatinan terkaitkerusakan jalan ke Dusun Hutaimbaru, Soping, Bage dan Nagori Purba di pesisir Danau Toba juga disampaikan seorang warga asal Dusun Hutaimbaru yang kini tinggal menetap di Canada, Eropa, Pinda Riana Saragih, SIP. Dia prihatin karena kerusakan jalan ke kampung halamannya tersebut sudah belasan tahun tidak pernah diperbaiki.
Sulit Berobat
Kerusakan jalan tersebut menyulitkan warga Dusun Hutaimbaru dan beberapa dusun sekitar ke pasar, ke puskesmas maupun rumah sakit di Seribudolok, Kabanjahe (Karo), Perdagangan (Simalungun) maupun ke Kota Pematangsiantar sangat sulit.
Orangtua (ayah dan ibu) Pinda Riana Saragih berusia lanjut yang saat ini dalam kondisi sakit dan pemulihan sudah hampir tujuh bulan terpaksa pindah ke rumah anaknya di Kota Pematangsiantar agar mudah mendapatkan perawatan atau konsultasi ke dokter jika sewaktu-waktu penyakitnya kambuh.
“Saya sangat prihatin melihat kerusakan jalan ke beberapa dusun di Desa Ujungmariah, Kecamatan Pamatangsilimahuta, terkhusus ke Dusun Hutaimbaru, Soping, Baluhut dan Bage maupun ke Dusun Nagori Purba, Kecamatan Haranggaol - Horisan. Warga saat ini masih kesulitan akses transportasi menjual hasil pertanian ke pasar, berbelanja maupun berobat,”katanya.
Pinda Riana Saragih mengharapkan, Pemkab Simalungun di bawah kepimpinan Bupati Simalungun, H Anton Achmad Saragih dan Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi keruakan jalan dan kesulitan akses tarnsportasi ke Desa Ujungmariah.
“Saya juga mengharapkan kalangan DPRD Kabupaten Simalungun dan DPRD Provinsi Sumatera Utara meninjau jalan ke Hutaimbaru dan desa sekitar. Kalangan wakil rakyat diharapkan bisa mendesak pemerintah memperbaikikerusakan jalan tersebut,”katanya.
Pinda Riana Saragih meminta Pemkab Simalungun tidak hanya memperhatikan pembangunan dan perbaikan jalan ke wilayah barat pesisir Danau Toba di Kabupaten Simalungun seperti dari Haranggaol ke Sipolha.
Perbaikan jalan juga perlu dilakukan ke wilayah barat pesisir Danau Toba Kabupaten Simalungun dari Nagori Purba, Hutaimbaru, Soping, Bage hingga ke perbatasan wilayah Karo, Desa Sibolangit.
“Saat ini jalan pesisir Danau Toba dari Haranggaol ke wilayah kiri, yakni Sipolha cukup baik. Sedangkan jalan ke wilayah kanan Haranggaol seperti dari Nagori – Bage masih rusak,”katanya. (SDB/Rades).


Tidak ada komentar
Posting Komentar