Bupati Simalungun, H Anton Achmad Saragih (kanan) mengamati hasil produk alam Simalungun pada Simalungun Geo Product Fest  2025 di RTP Pantai Bebas Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumut, Sabtu (28/6/2025). (Foto :DiskominfoSimalungun).

(SimalungunDaerBarita, Parapat) – Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hingga kini masih tetap menjadi favorit wisatawan nusantara dan mancanegara berkat adanya objek wisata Danau Toba Parapat. Nama Kota Wisata Parapat di tepi Danau Toba masih tetap santer (terkenal) ke berbagai negara di dunia.

Namun popularitas objek wisata Danau Toba Parapat, Simalungun tersebut berpotensi hilang dari kenangan wisatawan jika kawasan wisata tersebut tidak terjaga dengan baik. Karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun terus berjuang mengembangkan pariwisata berkelanjutan di kawasan objek wisata Danau Toba Parapat.

Salah satu upaya yang dilakukan menggapai pariwisata berkelanjutan di Kota Wisata Parapat, yakni menggelar Simalungun Geo Product Fest (Festival Produk Alam) 2025. Kegiatan wisata yang digagas dan dilaksanakan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparek) Kabupaten Simalungun tersebut dipusatkan di Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumut, Sabtu (28/6/2025).

Berbagai kegiatan yang digelar menyemarakkan Simalungun Geo Product Fest 2025, yakni gerakan wisata bersih Pantai Bebas Parapat dan Jalan Sisingamangaraja Kota Wisata Parapat. Kemudian ada lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Selain itu digelar juga lomba pengolahan geo produck (produk alam) turunan mangga Parapat. Pada kesmepatan itu, Polres Simalungun juga melakukan launching (peresmian) Polisi Pariwisata (Safe Tourism) guna menciptakan ekosistem pariwisata yang aman, nyaman dan berkelanjutan.

Dukung Kaldera

Bupati Simalungun, DR H Anton Achmad Saragih ketika membuka Simalungun Geo Product Fest 2025 tersebut mengatakan, kegiatan wisata itu digelar sebagai upaya mendukung Revalidasi (Memperkuat) Geopark Caldera (kawasan bekas aktivitas vulkanik) Toba Menuju Green Park (Taman Hijau). Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kebersihan, mendorong kolaborasi lintas sektor dan mendukung pariwisata berkelanjutan.

“Kita juga menggelar kegiatan juga dalam rangka mewujudkan destinasi wisata yang berkualitas, berkelanjutan dan berdaya saing. Hal itu penting mengingat posisi strategis Danau Toba sebagai kawasan pariwisata unggulan nasional bernilai ekologis, geologis dan budaya tinggi,”katanya.

Menurut Anton Achmad Saragih, upaya pelestarian alam dan lingkungan kawasan objek wisata Danau Toba, khususnya di Parapat tersebut merupakan bukti rasa syukur atas kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa menjadikan daerah Danau Toba sebagai bagian sejarah dari peristiwa alam yang luar biasa yaitu letusan gunung Toba.

Para pengunjung meramaikan Simalungun Geo Product Fest  2025 di RTP Pantai Bebas Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumut, Sabtu (28/6/2025). (Foto :DiskominfoSimalungun).

Hasil Bumi

Melalui peristiwa letusan gunung jutaan tahun silam itu, di Kabupaten Simalungun terdapat geosite (patahan) yang terdapat di Haranggaol dan Sibaganding. Aktivitas vulkanik tersebut juga meninggalkan landscape (panorama) alam yang luar biasa, geoproduck (hasil bumi) dan geocilture (budaya) yang luar biasa maknanya.

"Jadi, melalui Simalungun Geo Product Fest 2025 ini, kita ingin memperkenalkan, menginformasikan dan meningkatkan value (nilai) atas produk alam, wisata dan budaya Danau Toba sebagai warisan dunia,”katanya.

Dikatakan, pengembangan objek wisata berkelanjutan di kawasan Parapat juga penting sebab Pemerintah Pusat sudah menetapkan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Bahkan sudah banyak upaya yang dilakukan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sumut dan pemerintah kabupaten di kawasan Danu Toba mengembangkan pariwisata di Danau Toba.

Untuk itu, Anton Achmad Saragih mengajak masyarakat Simalungun, khususnya di kawasan objek wisata Danau Toba, terutama Parapat turut ambil bagian secara ramai-ramai (massiv) menjaga kebersihan kawasan Kota Wisata Parapat.

"Mari kita gelorakan semangat menceritakan hal yang baik tentang Parapat. Kurangi memburukkan kampung sendiri. Dengan citra yang baik, kita yakin wisatawan akan kembali bergairah dan hadir di kawasan wisata yang kita cintai ini,"katanya. (SDB/Rades).