Bupati Simalungun, H Anton Achmad Saragih (kiri) memberikan cendera mata kepada Direktur PT Kinra, Arif Budiman pada pertemuan di rumah dinas Bupati Simalungun, Pamatangraya, Simalungun, Sumut, Selasa (15/7/2025). (Foto : DiskominfoSimalungun).
(SimalungunDearBarita.Com, Pamatangraya) – Sebanyak 20 perusahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menerima tenaga kerja sekitar 3.000 orang. Penerimaan tenaga kerja itu ditambah lagi sebanyak 10.000 orang tahun 2026.
Penyerapan tenaga kerja yang sangat tinggi tersebut diungkapkan jajaran Manajeman PT Kawasan Industri Nusantara (Kinra) dan KEK Sei Mangke pada pertemuan dengan Bupati Simalungun di rumah dinas Bupati Simalungun, Selasa (15/7/2025). Pertemuan itu dihadiri Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih, Direktur PT Kinra, Arif Budiman dan Administrator KEK Sei Mangkei, Elfi Haris.
Menurut Direktur PT Kinra, Arif Budiman, PT Kinra sebagai KEK Sei Mangkei telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumut dan Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sumut mengenai Pengelolaan Tenaga Kerja KEK Sei Mangkei tahun 2025 - 2026.
Melalui kerja sama tersebut, KEK Sei Mangke ditargetkan bisa merekrut sekitar 3.000 orang tenaga kerja tahun 2025 dan 10.000 orang tenaga kerja tahun 2026. Penerimaan tenaga kerja tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan di KEK Sei Mangkei.
Arif Budiman mengatakan, pihaknya menyambut baik usulan Bupati Simalungun mengenai peningkatan penyerapan tenaga kerja berasal dari putra-putri Simalungun yang memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan formasi tenaga kerja yang ada di KEK Sei Mangke.
“Kami juga akan terus berupaya meningkatkan investor, pengembangan usaha dan produksi industri di KEK Sei Mangke. Beberapa perusahaan di KEK Sei Mangke kini mengembangkan produksi sabun dari sawit dan produksi sarung tangan dari karet. Beberapa perusahaan juga mengembangkan perkebunan sawit dan karet di Sei mangke,”katanya.
Putra Daerah
Sementara itu, Anton Achmad Saragih mengatakan, pihak PT Kinra dan KEK Sei Mangke hendaknya mengutamakan putra-putra Simalungun bekerja di perusahaan-perusahaan yang mengembangkan usaha di kawasan ekonomi khusus tersebut. Hal itu penting agar putra-putra Simalungun tidak perlu jauh-jauh mencari pekerjaan di luar daerah Simalungun.
“Kalau bisa formasi lowongan kerja di KEK Sei Mangke diumumkan kepada warga Simalungun. Dengan demikian putra-putri Simalungun yang memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan formasi lowongan kerja di KEK Sei Mangke bisa tertampung di perusahaan yang ada di kawasan ekonomi ini,”katanya.
Dikatakan, daya tampung tenaga kerja di KEK Sei Mangke sangat besar. Hingga saat ini, berbagai perusahaan di KEK Sei Mangke sudah menampung 6.166 orang tenaga kerja. Sekitar 3.268 orang tenaga kerja tersebut merupakan pura – putri Simalungun.
Menurut Anton Achmad Saragih, jumlah perusahaan yang menanamkan investasi di KEK Sei Mangke saat ini saat ini sebanyak 20 perusahaan. Sebagian besar perusahaan tersebut bergerak di bidang pengolahan sawit dan karet. Hingga tahun 2031, seluruh perusahaan di KEK Sei Mangke siap menampug 80.000 orang tenaga kerja.
“Kami mengapresiasi kiprah PT Kinra dan Menejeman KEK Sei Mangke yang terus memajukan kawasan industri tersebut. Kemajuan KEK Sei Mangke berperan besar memajukan ekonomi Simalungun dan menampung tenaga kerja dari Simalungun,”katanya. (SDB/Rades).

Tidak ada komentar
Posting Komentar