Rapat operasi pasar beras di kantor Wali Kota Pematangsiantar, Sumut, Kamis (17/7/2025). (Foto : DiskominfoSiantar).
(SimalungunDearBarita.Com, Pematangsiantar) – Keluhan warga masyarakat Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengenai kenaikan harga beras semakin meluas. Kenaikan harga beras yang terjadi setiap minggu membebani ekonomi warga kota tersebut, terutama di tengah meningkatnya pengeluaran warga untuk biaya pendidikan anak-anak memasuki tahun ajaran baru saat ini.
Seorang pedagang beras di Pasar Horas Kota Pematangsiantar, J Purba mengatakan, harga beras di Pasar Horas Pematangsiantar terus beranjak naik selama satu bulan terakhir. Harga beras kualitas premium di Pasar Kota Pematangsiantar Jumat (18/7/2025) mencapai Rp 16.000/kilogram (kg).
Kemudian harga beras Bulog di Pasar Horas Pematangsiantar sebesar Rp 13.000/kg dan harga beras IR 46 sebesar Rp 14.500/kg dan harga beras kualitas premium mencapai Rp Rp 15.300 – Rp 16.000/kg.
Menyikapi kondisi kenaikan harga beras tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar akan menggelar operasi pasar (OP) beras di Lapangan Adam Malik Kota Pematangsiantar, Selasa – Sabtu (22 – 26/7/2025). Selain itu pada OP beras tersebut juga dilakukan penyaluran bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Kamis – Sabtu (24 – 26/7/2025).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Pematangsiantar, Zainal Siahaan, SE, MM di Kota Pematangsiantar, Jumat (18/7/2025) menjelaskan, pihaknya memastikan OP beras tersebut setelah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) harga beras dan kebutuhan pokok lainnya ke Pasar Horas Kota Pematangsiantar dan Rapat Koordinasi (Rakor) Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pematangsiantar, Kamis (17/07/2025).
Menurut Zainal Siahaan, OP beras tersebut merupakan upaya intervensi terhadap harga beras yang terus naik di pasaran Kota Pematangsiantar. Pada OP beras tersebut disediakan 800 karung beras berisi 5 kilogram (kg) khusus untuk delapan kecamatan. Seluruh warga masyarakat bisa membeli beras pada OP tersebut kecuali keluarga aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri dan pensiunan.
Zainal Siahaan mengatakan, untuk membeli beras pada OP tersebut, warga diharapkan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Selain aman dan tidak repot menyediakan uang kembalian, penggunaan QRIS juga mendukung program kerja Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
"Penggunaan QRIS juga salah satu upaya percepatan akses keuangan daerah dan merupakan indikator akses keuangan daerah yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD),”katanya.
Terkait penyaluran bantuan beras bantuan dari CPP, Zainal Siahaan menjelaskan, beras bantuan tersebut dikhususkan kepada 14.530 kepala keluarga (KK) se-Kota Pematangsiantar. Masing-masing keluarga mendapatkan jatah 20 kg beras.
Zainal Siahaan mengharapkan penyaluran beras bantuan CPP bisa berlanjut di bulan November-Desember 2025. Seluruh pemerintah kecamatan se-Kota Pematangsiantar juga benar-benar memahami mekanisme penyaluran beras bantuan CPP. Hal itu perlu sebab tidak ada lagi verifikasi penerima bantuan oleh pihak kecamatan. Surat pemberitahuan nama-nama penerima beras CPP tersebut nantinya akan diberitahukan.
"Kami meminta para camat terlebih dahulu menunggu surat pemberitahuan tersebut. Kemudian para camat juga harus memeriksa kualitas beras bantuan CPP tersebut sebelum disalurkan. Hal itu penting mencegah adanya beras oplosan,"katanya.
Dikatakan, TPID Pemkot Pematangsiantar juga akan terus melakukan sidak pasar untuk mengecek kualitas beras di distributor. Beras yang disalurkan kepada warga masyarakat harus benar-benar berkualitas, tidak sampai tercampur beras oplosan. (SDB/Rades/DP).

Tidak ada komentar
Posting Komentar