Pinda Riana Sar Manihuruk. (Foto:DokPribadi)

Oleh: Pindariana Sar Manihuruk, SIP

(Motivator Perempuan Asia dan Digital Accounting Specialist di Montreal, Canada)

Kami dari diaspora (tanah rantau), Canada mengucapkan selamat atas terpilihnya Ephorus dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) GKPS periode 2025–2030, Pdt John Chrtistian Saragih, STh, MSc – Pdt Dr Jan Hotner Saragih pada pemilihan Pimpinan Sinode GKPS di Sinode Bolon ke-46 GKPS, Balai Bolon, GKPS, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Jumat – Sabtu (4 – 5/7/2025).

Pemilihan Pimpinan Sinode GKPS periode 2025 – 2030 tersebut pantas mendapat apresiasi sebab pemilihan berlangsung dalam suasana demokratis, dama dan tertib. Suatu suksesi ala gereja yang bisa menjadi contoh dalam suksesi dunia politik dan pemerintahan.

Manurut pandangan kami, Pemilihan Ephorus dan Sekjen GKPS tersebut merupakan momen penting dan strategis, bukan hanya bagi struktur organisasi gereja, tetapi juga sebagi penentu arah pelayanan GKPS di tengah dinamika sosial yang terus berubah.

Pemilihan Pdt Jhon Christian Saragih sebagai Ephorus GKPS dan Pdt Dr Jan Hotner Saragih sebagai Sekjen GKPS pada Sinode Bolon ke46 GKPS bukan sekadar agenda rutin lima tahunan. Ini adalah momentum strategis untuk membangun kembali arah pelayanan GKPS yang lebih merata, inklusif dan transformatif—terutama bagi jemaat-jemaat yang selama ini berada di pinggiran pelayanan, yakni jemaat pedesaan.

Terlupakan

Sudah terlalu lama, jemaat GKPS di wilayah pedesaan merasakan keterbatasan. Mereka selama ini kurang bisa menikmati akses terhadap pelayanan rohani yang konsisten. Mereka, termasuk para pelayan GKPS di pedesaan juga kurang mendapatkan pendidikan (pembinaan) teologi yang maksimal.

Selain itu warga jemaat dan pelayaan GKPS pedesaan masih banyak yang belum mendapatkan bimbingan dan pelayanan pastoral hingga pemberdayaan ekonomi. Kondisi demikian kerap kali membuat kondisi kehidupan kerohanian dan sosial tidak merata. Padahal mereka juga merupakan bagian dari tubuh Kristus yang justru menjadi fondasi awal gereja. Akhirnya perlahan-lahan, mereka terabaikan dalam pusaran modernisasi dan fokus kota.

Dalam hal ini, kami menaruh harapan besar kepada kepemimpinan baru GKPS agar menjadikan pembangunan masyarakat jemaat pedesaan sebagai prioritas utama. Gereja tidak bisa hanya hadir di altar, tetapi juga harus turun ke ladang, sawah, dusun dan jalan desa. GKPS hendaknya terus semakin mendengar jeritan jemaat, memahami realitas hidup mereka dan menjadi jawaban nyata atas tantangan mereka.

Memberdayakan

GKPS juga perlu mulai mendorong program-program konkret seperti di bidang pemberdayaan masyarakat. Hal itu penting memampukan kemandirian ekonomi dan pelayanan jemaat seperti yang dicita-citakan GKPS sendiri dalam visi dan misinya. Pemberdayaan tersebut di antaranya bisa dilakukan melalui pelatihan keterampilan dan wirausaha desa, khususnya bagi pemuda-pemudi yang terancam pengangguran.

Kemudian GKPS perlu membangun kemitraan ekonomi gereja-jemaat untuk mendukung pertanian, peternakan atau kerajinan lokal. Peningkatan sarana dan infrastruktur pelayanan, termasuk perpustakaan rohani, internet desa dan peralatan ibadah yang layak juga perlu mendapat perhatian GKPS

Hal itu bisa dilakukan melalui bidang Pelayanann dan Pembangunan (Pelpem) GKPS. Tidak kalah pentingnya, GKPS juga perlu memperhatikan penguatan kualitas pelayan gereja. Baik pendeta, penginjil, sintua, syamas maupun pelayan kategorial. Program pembinaan berkala, pelatihan tematik hingga pendampingan lintas distrik sangat dibutuhkan agar pelayanan menjadi semakin relevan dengan dinamika zaman.

Masalah Sosial

GKPS sebagai gereja rakyat juga harus merespon secara aktif terhadap masalah sosial seperti kemiskinan struktural, kekerasan dalam rumah tangga, narkoba, penyakit masyarakat hingga pergeseran moral anak muda. Gereja perlu lebih proaktif dalam penyuluhan, konseling, edukasi publik serta membangun jejaring pelayanan yang berdaya guna di tengah masyarakat.

Belakangan ini, berbagai penyakit sosial tersebut mencani ancaman berbahaya bagi kehidupan masyarakat, termasuk warga jemaat GKPS di berbagai pelosok pedesaan hngga ke perkotaan. Karena itu kepemimpinan Pdt Jhon Christian Saragih dan Pdt  Jan Hotner Saragih sebagai Ephorus dan Sekjen GKPS yang baru hendaknya dijadikan babak baru dalam peningkatan pelayanan GKPS.

Kita semua, sebagai tubuh Kristus, menantikan gereja yang bukan hanya berkhotbah dari mimbar, tetapi juga berjalan bersama umat—mengangkat yang lemah, menguatkan yang kecil, dan menerangi sudut-sudut desa dengan pelayanan kasih yang nyata.

Mari kita doakan dan dukung penuh kepemimpinan baru GKPS ini. Semoga lima tahun ke depan menjadi masa GKPS semakin kuat dalam iman, unggul dalam pelayanan dan nyata dalam aksi sosial. Horas! Tuhan memberkati. (Montreal, Canada, Sabtu, 5 Juli 2025).