Ephorus GKPS baru terpilih, Pdt John Christian Saragih dan Sekjen GKPS baru terpilih, Pdt Dr Jan Hotner Saragih. (Foto :Ist).

(SimalungunDearBarita, Pematangsiantar) – Duet Pdt John Christian Saragih, STh, MSc dan Pdt Dr Jan Hotner Saragih dipastikan memimpin Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) selama lima tahun ke depan (2025 – 20230). Kedua pendeta GKPS tersebut terpilih menjadi Pimpinan Sinode (Ephorus dan Sekretaris Jenderal) GKPS pada Sidang Sinode Bolon (Sidang Raya) ke-46 GKPS di Balai Bolon GKPS, Jalan Pdt J Wismar Saragih, Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Pdt John Christian Saragih, STh, MSc terpilih mejadi Ephorus (Pimpinan Tertingg) GKPS pada pemilihan yang digelar di Balai Bolon GKPS, Jumat (4/7/2025) malam. Sedangkan Pdt Dr Jan Hotner Saragih terpilih menjadi Sekretris Jenderal (Sekjen) GKPS pada pemilihan yang dilaksanakan di Balai Bolon GKPS, Sabtu (5/7/2025) siang.

Pelantikan Pdt John Christian Saragih, STh, MSc menjadi Ephorus GKPS dan Pdt Dr Jan Hotner Saragih menjadi Sekjen GKPS periode 2025 – 2030 dilaksanakan pada ibadah dan penutupan Sinode Bolon ke-46 GKPS di GKPS Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pematangsiantar, Minggu (6/7/2025).

Pdt John Christian Saragih, STh, MSc menjadi Ephorus GKPS menggantikan Ephorus GKPS periode 2020 – 2025, Pdt Dr Deddy Fajar Purba. Pdt Deddy Fajar Purba mengakhiri jabatannya dan tidak bisa lagi dipilih menjadi Ephorus GKPS untuk kedua kalinya karena batas usia sudah melebihi persyaratan.

Sementara itu Pdt Dr Jan Hotner Saragih menjadi Sekjen GKPS periode 2025 – 2030 menggantikan Sekjen GKPS sebelumnya, Pdt Dr Paul Ulrich Munthe. Pdt Dr Paul Ulrich Munthe tidak bisa lagi dipilih menjadi Sekjen GKPS karena sudah menjabat Sekjen GKPS dua periode, yakni periode 2015 – 2020- dan 2020 – 2025. Pdt Dr Paul Ulrich Munthe juga tidak bisa dipilih menjadi Ephorus GKPS karena batas usi yang sudah melampaui syarat pencalonan.

Berdasarkan Tata Laksana GKPS Bab XXXV, Pasal 120 Ayat 3 (c) , batas usia calon Ephorus GKPS minimal 45 tahun dan maksimal 55 tahun. Sedangkan berdasarkan Pasal 121 Ayat 3 (c),syarat calon Sekjen GKPS minimal berusia 40 tahun dan masimal berusia 55 tahun. Sedangkan usia Pdt Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe sudah lebih 55 tahun.

Ketat

Bereda dengan pemilihan Ephorus GKPS periode 2025 – 2025 pada Sinode Bolon ke-46 GKPS 2025, Jumat (4/7/2025) yang hanya berlangsung dua putaran, pemilihan Sekjen GKPS berlangsung ketat. Pemilihan Sekjen GKPS berlangsung tiga putaran.

Putaran pertama pemilihan Sekjen GKPS yang dilaksanakan Sabtu (5/7/2025) dini hari, calon yang terjaring sebanyak 15 orang dengan jumlah pemilih (suara) sah sebanyak 484 suara. Kemudian pada pemilihan putaran kedua yang dilanjutkan, Sabtu (5/7/2025) pagi terjaring dua orang calon dari 15 calon sebelumnya, yakni Pdt Jan Hotner Saragih dengan perolehan 270 suara dan Pdt Jan Winsyah Saragih dngan perolehan.

Selanjutnya pada pemilihan putaran ketiga, Pdt Dr Jan Hotner Saragih tetap unggul dengan perolehan 270 suara atau 57,45 persen dari 470 pemilih. Sedangkan Pdt Jon Winsyah Saragih tetap meraih 199 suara atau 42,34 persen. Dengan demikian Pdt Dr Jan Hotner Saragih dinyatakan terpilih sebagai Sekjen GKPS periode 2025 - 2030.

Harapan

Tampilnya Pdt John Christian Saragih, STh, MSc dan Pdt Dr Jan Hotner Saragih memimpin GKPS lima tahun ke depan diharapkan bisa membawa perubahan mendasar di tengah pelayanan GKPS, mulai dari pelayanan tingkat pusat (sinode), distrik, resort dan jemaat.

Perubahan tersebut, terutama terkait dengan pencapaian misi GKPS hingga tahun 2030, yakni “Memberdayakan Kemandirian dan Kepdulian Jemaat”. Melalui visi tersebut, GKPS dalam seluruh tingkatan pelayanan diharapkan bisa mandiri dalam segi persekutuan, kesaksian, pelayanan  dan pelayanan.

Mantan Pengantar jemaat (Porhanger) GKPS Jambi dan Perutusan Sinode Bolon GKPS asal GKPS Resort Jambi dua periode 2005 – 2010 dan 2010 – 2015, St Drs GM Saragih, MSi mengharapkan, duet Ephorus dan Sekjen GKPS, Pdt John Christian Saragih dan Pdt Jan Hotner Saragih bisa membawa GKPS pada bentuk-bentuk pelayanan seperti masa-masa lalu, yakni humanis, lemah lembut dan responsif (tanggap) terhadap berbagai masalah di GKPS dan masyarakat.

Pimpinan Sinode GKPS yang baru tersebut juga diharapkan bisa masyarakat dan bisa memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi GKPS di semua tingkat pelayanan. Baik persoalan pembangunan fisik gereja, peningkatan kesejahteraan warga jemaat dan peningkatan kualitas pelayanan hingga ke jemaat.

“Kebjiakan-kebijakan atau terobosan solutif tersebut akan bisa membangkitkan GKPS kembali menjadi salah satu pionir dalam pembangunan di Kabupaten Simalungun, Kota Pematangsiantar dan daerah lain. Baik dalam pembangunan kerohanian maupun pemberdayaan atau peningkatan kesejahteraan masyarakat,”katanya.

St Dr Drs GM Saragih, MSi  lebih lanjut mengatakan, GKPS  ke depan diharpkan juga bisa menjalin dan meningkatkan kerja sama dengan pihak-pihak yang berkompeten di luar GKPS untuk pengembangan organisasi, pelayanan dan keungan demi mempercepat kemandirian pelayanan GKPS.

“Kita juga mengharapkan GKPS bisa terus meningkatkan peran mempelopori dan menggerakan pelestarian lingkungan di Kabupaten Simalungun, Kota Pematangsiantar dan daerah lain di Provinsi Sumatera Utara. Hal itu penting guna menghentikan terus meningkatknya degradasi (penurunan) kualitas lingkungan di Simalungun dan sekitarnya,”katanya. (SDB/Rades).