Bupati Simalungun, H Anton Achmad Saragih (kanan) dan Bupati Langkat, H Syah Afandin  (kiri) pada penyerahan bantuan korban banjir di  rumah dinas Bupati Langkat, Jalan T Amir Hamzah, Stabat, Langkat, Sumut, Selasa, (23/12/2025). (Foto : Sidea/DiskominfoSimalungun).

(Sidea, Langkat) – Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih kembali mengantarkan langsung bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh. Kali ini Bupati Simalungun dan rombongan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun mengantarkan bantuan untuk korban banjir dan longsor ke Kabupaten Langkat, Sumut.

Bantuan tersebut diserahkan kepada Bupati Langkat, H Syah Afandin di rumah dinas Bupati Langkat, Jalan T Amir Hamzah, Stabat, Langkat, Sumut, Selasa, (23/12/2025). Penyerahan bantuan juga dilakukan rombongan Bupati Simalungun ke Aceh Tamiang pada hari yang sama.

Bantuan masyarakat dan Pemkab Simalungun untuk korban banjir di Langkat dan Aceh Tamiang terdiri dari uang tunai sebesar Rp 354 juta dan berbagai bantuan kebutuhan pokok. Di antaranya puluhan ton beras, gula pasir, minyak goreng, minuman kemasan, mi instan, pakaian, jajanan dan susu kaleng.

Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih mengatakan, bantuan tersbeut merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas antar daerah menghadapi musibah atau bencana alam. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak korban banjir.

Sangat Membantu

Sementara itu, Bupati Langkat, H Syah Afandin pada kesmepatan itu mengatakan, warga masyarakat Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut)  yang terdampak banjir dan longsor menyambut baik bantuan warga masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun.

“Bantuan tersebut sangat membantu korban banjir di kedua daerah tersebut memenuhi kebutuhan pokok di tengah situasi sulit mereka menghadapi dampak bencana banjir dan tanah longsor hampir satu bulan ini,”katanya.

Menurut H Syah Afandin, bantuan warga dan Pemkab Simalungun tersebut bermanfaat meringankan beban warga Kabupaten Langkat yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan tersebut menunjukkan kokohnya solidaritas di antara pemerintah daerah dan masyarakat Indonesia, terutama di Sumut.

Sementara itu, menurut data Badan Penanggulangan Bencaa Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, warga masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di 10 kecamatan di daerah itu sejak akhir November 2025 mencapai 502.440 orang. Korban banjir yang masih mengungsi sekitar 490.108 orang. Sedangkan korban meninggal sebanyak 11 orang.

Sedangkan berdasarkan data BPBD Kabupaten Aceh Tamiang, pak banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang sejak November 2025 terjadi di 209 kampung (desa) di 12 kecamatan. Warga terdampak  banjir dan longsor sekitar 298.348 orang (75.660 kepala keluarga/KK). 

Korban banjir yang mengungsi sekitar 212.862 orang (60.088 KK). Mereka mengungsi di 548 titik lokasi. Sedangkan korban banjir yang meninggal di Aceh Tamiang sebanyak 58 orang dan luka-luka 18 orang. (Sidea/Rades/DS).